Skip to content Skip to left sidebar Skip to footer

Tag: bersama

Memonopoli dan mengakumulasi harta

Memonopoli dan mengakumulasi harta adalah fenomena yang sering terjadi, dengan sadar juga tanpa sadar.

Dalam arti, bisa jadi si pelaku dalam kehidupan sehari-hari tidak suka alias kritis terhadap kapitalis-kapitalis negatif dari Barat yang menumpuk harta. Tapi di waktu yang sama, saat ia punya kesempatan, ia pun melakukan hal yang sama. Memonopoli harta.

Sering saya sampaikan di mana-mana, “Kekayaanmu mungkin membuat orang lain terkesan. Akan tetapi, hanya manfaatmu, amalmu, dan akhlakmu yang membuat orang lain turut mendoakan-mu.”

Niatan untuk memonopoli harta ini bisa terlihat saat orang mulai bagi-bagi profit dalam sebuah bisnis. Di antara mitra. Hendaknya profit dibagi sesuai jerih-payah alias kontribusi masing-masing. Lumrahnya begitu.

Nah, dari pembagian ini, sedikit-banyak kita bisa menilai karakter dan kecenderungan masing-masing. Siapa yang mendominasi dan memonopoli. Siapa yang menerima apa adanya. Siapa yang nggak paham sama sekali.

Saat ini, dunia sudah sesak dengan kapitalis-kapitalis negatif yang orientasinya menumpuk harta. Sebagian kita, sadar atau tanpa sadar, meniru mereka. Saran saya, ini jangan ditiru. Kalaupun ada hasrat untuk itu, yah dikikis.

Gimana caranya? Pertama, etis dan proporsional dalam mengambil profit. Kedua, gemar berbagi entah itu sifatnya internal (tim) maupun eksternal (sesama). Ketiga, tidak latah dalam membuka bisnis baru.

Belasan tahun saya berbisnis dan berinteraksi dengan pengusaha-pengusaha, jarang sekali saya melihat pengusaha yang memenuhi tiga ketentuan itu. Paling banter yah gemar berbagi doang. Tapi sangat berlebihan untuk urusan profit dan ekspansi bisnis baru.

Jujur saja, dulu pun saya pernah keliru dalam ekspansi bisnis baru. Kemudian ini saya perbaiki.

Di satu sisi, Islam memberi kelonggaran pada kita untuk urusan profit. Namun di sini lain, Islam juga mengingatkan kita soal adab (etis) dan keadilan (proporsional). Berimbang. Semoga pemaparan sederhana ini menjadi bahan renungan buat kita semua, terutama buat saya.

Itqan

Saya entrepreneur. Tapi saya sangat menghormati mereka memilih untuk bekerja, jadi karyawan. Di buku Success Protocol, saya pernah menyerukan, “Bekerjalah dengan itqan.”

Artinya:
– teliti
– hati-hati
– sepenuh hati
– bermutu tinggi
– sulit disaingi

Apalagi kita sama-sama tahu, kerja adalah ibadah. Berkah insya Allah. Dengan memaknai kerja adalah ibadah, semoga kita tidak termasuk golongan  gemar mengeluh dan bergunjing di kantor.

Ada principle bekerja, niatnya sekedar untuk mendapatkan upah. sekedar untuk mengisi waktu. Tentu,  mendapatkan apa  inginkan. Tapi soal keberkahan, saya pikir nggak Akan best.

Terlepas  itu, tak semua negara mengenal konsep kerja adalah ibadah. Beruntunglah, walaupun belum sempurna penerapannya,  sedikit-banyak mengenal konsep #KerjaItuIbadah.

Kembali soal menjalankan pekerjaan dengan itqan. Sekiranya ini benar-benar terjadi, maka insya Allah kita  lebih puas, lebih bahagia, lebih bermakna, lebih dihormati, dan dibayar lebih tinggi. Jadi, sangat menguntungkan  berbagai sisi.

Pada akhirnya, saya serukan lagi, “Bekerjalah dengan itqan.

Forgiveness

Tuan rumah berjaya di event Asia Road Racing Championship 2015 di Sirkuit Sentul.

Fadli Immammuddin merayakan selebrasi kemenangannya dengan memperlambat motor menyapa supporter yang telah mendukungnya sepanjang balapan.

Namun tiba-tiba, dari belakang pebalap Thailand Jakkrit Sawangsat meluncur kencang menghantam M.

M. Fadli cidera parah, yang mengakibatkan kaki kirinya harus diamputasi.

Pebalap motor potensial itu harus menerima kenyataan karirnya di balap motor harus berakhir akibat peristiwa tadi.

Meski tidak mengalami cedera berarti, Jakkrit merasa sangat bersalah atas peristiwa tersebut dan memutuskan berhenti dari balapan.

Mendengar itu, Fadli justru berangkat ke Thailand, menemui Jakkrit, dan menyampaikan bahwa ia telah memaafkan, ia telah mengikhlaskan apa yang sudah terjadi.

Bagi juara sejati, hanya ada satu pilihan : terus bergerak maju.

Selain menjadi mentor pebalap muda, Fadli adalah atlet Para Cycling yang berprestasi.

Di Asian Para Games 2018 lalu medali Perak dan Emas mampu diraihnya.

Fadli telah mengikhlaskan apa yang menimpanya, memaafkan orang yang memicu keadaan yang tidak diinginkan.

Dan karenanya dia terbebas dari beban yang dapat menghambatnya bergerak maju.

Banyak diantara kita memilih untuk “memelihara” dendam, sakit hati, marah atas sebuah peristiwa atau seseorang di masa lalu.

Tanpa menyadari bahwa energi negatif yang terus dipelihara akan menggerogoti kesehatan batin dan bahkan fisik.

Seperti punya sebuah luka namun tak ingin luka itu sembuh.

“Aaah tapi kan susah … Gak ngalamin sendiri sih, betapa jahatnya orang itu, betapa sakitnya hati ini …”

Kita bisa memulai berlatih dengan melakukan untuk hal-hal yang lebih sederhana.

Mungkin sesederhana memaafkan rekan kerja yang tadi waktu meeting komentarnya ngeselin?

Atau memaafkan teman yang pas jaman kampanye pilpres sering posting jelekin jagoan Anda?

Dan bayangkan orang yang Anda maksud hadir di depan Anda, dan sampaikan bahwa Anda sudah memaafkannya mengikhlaskan perbuatannya, dan meminta agar dia juga memaafkan Anda.

Semakin sering dilakukan, otot “memaafkan” Anda akan semakin kuat, dan siap untuk memaafkan hal-hal yang lebih “besar”.

Langkah Sukses

Guys, Ingin di Pandu Langkah Langkah Membangun Bisnis Besar Perusahaannya?

Tahukah anda Kenapa BEBERAPA orangutang LEBIH SUKSES daripada yang Lainnya ?Orang yang SUKSES, LEBIH AMBISIUS terhadap impian mereka.

Saya percaya sebenarnya tidak ada orang yang MALAS, hanya saja Mereka kurang Ambisius.

Einstein bilang “Orang2 melihat saya sukses dan mereka mengira saya lebih pintar.

Padahal tidak, saya hanya BERTAHAN lebih lama dibandingkan yang lainnya”

Jika inging berhasil, BEKERJA lah lebih Keras pada diri kita, daripada bekerja lebih keras pada pekerjaan kita.

Orangutang yang SUKSES, LEBIH BERUNTUNG KARENA ADA Intellect.

Ada namanya Stupid Cost, itu semacam BIAYA yang harus kita bayar karena kita Bodoh.

Lampu Gantung dari kardus

Dengan memanfaatkan kardus bekas, kamu bisa membuat kerajinan tangan lampu gantung.
Kerajinan tersebut bisa kamu jadikan hiasan di rumah sehingga membuat rumah kamu terlihat lebih menarik.

Membuat lampu gantung ini tidak terlalu sulit jika kamu mengikuti langkah-langkah dalam membuat lampu gantung ini.
Selain itu, bahan dan peralatan rule dibutuhkan dalam membuat kerajinan tangan kardus berbentuk lampu gantung ini cukup mudah didapatkan dan bahkan mungkin kamu sudah memiliki bahan dan peralatannya.
Sehingga kamu hanya perlu untuk meluangkan waktu untuk membuat kerajinan tangan berbentuk lampu gantung ini.

Langsung saja bagi kamu berminat untuk membuat kerajinan tangan kardus berbentuk lampu gantung, berikut ini bahan dan peralatan yang dibutuhkan serta cara pembuatannya.

Bahan dan Peralatan yang Dibutuhkan:
Kardus bekas
Lem tembak
Lampu
Tempat lampu
Kabel
Penggaris
Pensil
Cat semprot


Cara Membuat Lampu Hias dari Kardus Bekas

Langkah pertama adalah memotong kardus.
Kardus sudah disiapkan sebelumnya dipotong dengan ukuran panjang 60cm dan lebar 21cm.
Bisa saja kamu memotong sesuai ukuran kamu sendiri.

Langkah kedua adalah mengecat kardus. Gunakan cat warna putih untuk permukaan kardus.
Permukaan kardus di cat hanya satu sisi saja dan permukaan di cat dijadikan warna dalam.
Tujuannya adalah gum cahaya lampu nantinya bisa bersinar terang.

Langkah ketiga adalah melipat kardus menjadi segilima.
Ingat, sisi dalam kardus berwarna putih dan sisi luarnya warna kardus asli.

Setelah kardus di lipat menjadi segilima, potong-potong kardus yang membentuk segilima tersebut menjadi banyak. Cara mudah memotongnya adalah dengan membentangkan lagi kardus tersebut, lalu dipotong.
Setelah dipotong, lipat kembali kardus yang sudah dipotong tersebut menjadi segilima.
Gunakan lem gum lipatan kardus tidak kembali lagi.

Susun kembali potongan kardus segilima tersebut dengan posisi berlawanan satu kardus ke kardus lainnya.
Gunakan lem agar melekat kuat.

Langkah selanjutnya adalah membuat lembaran kardus berbentuk segilima. Hal ini berfungsi untuk tempat meletakkan lampu. Buat lubang di bagian tengah kardus berbentuk segilima tersebut, lalu pasang tempat untuk lampunya beserta kabelnya.

Gabungkan lembaran kardus yang berbentuk segilima dengan potongan kardus yang disusun sebelumnya.

Proses membuat lampu hias iranian kardus sudah selesai. Kamu bisa menggunakan lampu hias tersebut di foetus atau di ruang tamu rumah.

Yang Maha Bijaksana

Melihat tetangga bahagia, merupakan bagian dari kebahagiaan kita juga. Setuju? Seperti yang terjadi pada tetangga saya, ia dititipkan amanat berupa mobil kantor dari tempat bekerjanya.

Dia tentu saja senang karena pada hari libur, mobil tersebut boleh dimanfaatkan untuk acara keluarga. Bahkan sewaktu-waktu, bisa dipakai mudik juga selama tidak mengganggu hari kerja.

Perusahaannya memang memiliki banyak unit usaha yang tersebar di seluruh Jakarta hingga ke luar kota. Karena ia duduk pada posisi sebagai pengawas tingkat kota, maka ia boleh bawa pulang mobil kantor.

Berbeda dengan pengawas tingkat lokal, yang bertugas memantau di dalam Jakarta saja, perusahaan hanya akan meminjamkan motor kantor. Adapun ia yang kadang harus meluncur ke Tangerang, Bogor, sampai Bandung tentu sebuah motor tak memadai lagi. Wajar saja jika mobil dipegang olehnya.

Perusahaan juga mengerti, bahwa tanggung jawabnya lebih besar. Maka kendaraan yang diserahkan juga harus lebih memadai. Tampaknya kebijakan seperti ini sudah umum di berbagai kantor.

Para pengambil kebijakan memegang prinsip bahwa dengan seorang karyawan bertambah tanggung jawab maka berhak pula untuk bertambah fasilitas.

Bayangkan jika manusia saja bisa sebijak ini, bagaimana dengan Allah. Sungguh Allah adalah Tuhan Yang Maha Bijaksana.

Allah telah mengatur dengan Kebijaksanaan-Nya bahwa dengan seorang hamba bertambah tanggung jawab maka berhak pula untuk bertambah rezeki.

Mari kita buktikan. Misalnya seorang lelaki yang belum menikah, tentu rezekinya berbeda dengan yang telah menikah. Karena dengan pernikahan berarti ia punya tambahan tanggung jawab kepada istrinya. Allah Maha Bijaksana. Karena itu rezekinya pasti ada tambahan pula.

وَأَنْكِحُوا الْأَيَامَىٰ مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ ۚ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

(Surat An-Nur : 32)

Mau bukti lagi? Contohnya seorang ayah yang belum punya anak, tentu rezekinya berbeda dengan yang telah memiliki anak. Karena dengan demikian berarti ia punya tambahan tanggung jawab kepada anak-anaknya. Allah Maha Bijaksana. Karena itu rezekinya pasti ada tambahan pula.

وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ مِنْ إِمْلَاقٍ نَحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَإِيَّاهُمْ

“Dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. Kami-lah yang akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka.”

(Surat Al-An’am : 151)

Jadi alangkah anehnya saat kita percaya sebuah perusahaan pasti memberi tambahan fasilitas pada karyawan seiring meningkatnya tambahan tanggung jawabnya, tetapi kita tidak yakin bahwa Allah akan memberi tambahan rezeki pada hamba seiring meningkatnya tambahan tanggung jawabnya.

Kode Cinta-Nya

Hidup tidak selalu mulus. Ada duka, ada derita, ada kehilangan, ada tekanan, ada gelisah, ada tantangan dan ada banyak hal yang tidak sesuai harapan. Dulu saya menganggap hal tersebut di atas adalah masalah, dan ternyata hal itu salah.

Semua itu adalah kode cinta dari Allah swt (sahabat-sahabat saya di Pola Pertolongan Allah menyebutnya pesan cinta-Nya) bahwa ada beberapa hal yang perlu diperbaiki dalam hidup kita. Sesuatu yang memang kita butuhkan meski mungkin menyakitkan.

Ibarat kasih sayang seorang ibu kepada anaknya. Sang ibu menyiapkan makanan sehat buat anaknya meski sang anak tidak suka. Sementara sang anak yang merupakan “generasi micin” lebih menyukai makanan yang tidak sehat. Namun sang ibu tiada lelah menyiapkan makanan sehatnya dan terus merayu sang anak untuk memakannya karena itu penting untuk masa depan buah hatinya.

Bila sang anak bersedia makan makanan buatan sang ibu tentu perasaan ibu bahagia tiada tara. Dan kebahagiaan sang ibu akan diiringi dengan pemberian pemberian lain yang disukai sang anak.

Terkadang kita memperlakukan Allah swt seperti sang anak kepada ibunya. Kita disuguhkan kode cinta-Nya (makanan sehat) namun kita lebih memilih makanan lain (cara lain) yang justeru berdampak buruk untuk masa depan kita.

Andai kita menerima kode cinta-Nya dengan penuh suka cita kemudian lebih mendekat kepada Sang Pengirim Kode tentu Sang Pemberi Kode dengan penuh suka cita akan memberikan banyak hal yang kita pinta. Sebaliknya, bila kita marah, uring-uringan, kecewa, mengeluh atas kode cinta-Nya maka boleh jadi itulah penghalang dikabulkanya segala doa dan pinta kita. Wallahu’alam.

Salam SuksesMulia

Jamil Azzaini

Welcome To Finlandia

Jika suatu hari Anda melihat dua orang yang melanggar lalu lintas dengan pelanggaran yang sama tetapi mendapat denda tilang yang berbeda, itu berarti Anda sedang berada di Finlandia.

Negara tempat kelahiran Nokia itu memang memiliki peraturan bahwa semakin besar pendapatan seseorang, maka ketika terjadi pelanggaran ia akan dikenai denda yang semakin besar pula.

Jadi jangan heran jika denda seorang manager bisa sepuluh kali lipat dari denda karyawan biasa, meski keduanya sama-sama hanya menerobos lampu merah. Mengapa? Karena gaji sang manager tersebut juga sepuluh kali lipat dari gaji karyawan biasa.

Pemerintah Finlandia menganggap bahwa pendapatan seseorang mencerminkan tingkat pendidikan yang ia miliki. Orang yang penghasilannya besar menunjukan ia lebih terpelajar.

Oleh karena itu, pantaslah kalau diganjar dengan denda yang lebih tinggi. Karena orang itu berarti lebih tahu apa fungsinya peraturan, apa akibatnya jika dilanggar, dan lain-lainnya, tetapi masih tetap ia terobos juga!

Kalau pendidikan tidak membuahkan kedisiplinan, lalu apa gunanya ilmu? Apa untuk hiasan saja? Demikianlah logika yang berlaku di negara beribukota Helsinki ini.

Secara tidak langsung, peraturan ini mengadaptasi dari ajaran Islam. Bukankah Allah juga mengatur bahwa orang-orang alim yang mengetahui halal dan haram, tetapi masih melakukan perbuatan dosa juga maka hukumannya lebih berat di akhirat kelak.

Rasulullah menceritakan bahwa di dalam neraka, ada orang yang isi perutnya terburai dan ia berputar-putar bagaikan seekor keledai yang menarik mesin penggiling gandum.

Penduduk neraka lalu mengelilinginya seraya berkata, “Wahai fulan, apa yang terjadi denganmu? Bukankah kamu dahulu orang yang memerintahkan kami berbuat baik dan melarang kami berbuat dosa?”

Lalu orang itu menjawab sebagaimana yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim,

كُنْتُ آمُرُكُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَلاَ آتِيهِ، وَأَنْهَاكُمْ عَنِ المُنْكَرِ وَآتِيهِ

“Aku memang menyeru kebaikan, padahal aku sendiri tak melakukannya. Dan aku memang mengingatkan perbuatan dosa, tetapi justru aku sendiri mengerjakannya.”

Demikianlah ganjaran yang didapat bagi orang-orang berpendidikan yang masih melalaikan perintah Allah. Mereka lebih tahu apa fungsinya syariat agama, apa akibatnya jika dilanggar, dan lain-lainnya, tetapi masih tetap ia terobos juga!

Kalau pendidikan tidak membuahkan amal saleh, lalu apa gunanya ilmu? Apa untuk hiasan saja?

Mentor Bisnis

Kalau Anda ingin pergi ke suatu destinasi dan Anda belum pernah sampai di destinasi tersebut, ada baiknya Anda didampingi oleh tour guide atau sejenisnya. Dengan adanya tour guide, resmi atau tidak resmi, kemungkinan besar Anda bisa mencapai destinasi itu dalam waktu yang lebih cepat.

Bukan itu saja, Anda pun akan diberitahu spot-spot terbaik (terindah) di destinasi tersebut. Misalnya pekan lalu, ketika saya berada di Cameron Highland bersama partner-partner, kami dijamu dan dipandu oleh pengusaha hebat Coach Nick bersama tim. Alhamdulillah, perjalanan yang sangat menyenangkan dan sangat berkesan.

Dalam bisnis, ini juga terjadi. Namanya mentor. Dia adalah sumber ilmu.

Masih soal mentor. Di seminar-seminar sering saya sampaikan bahwa Nabi Muhammad saja punya mentor. Ini beneran. Untuk urusan bisnis, yang menjadi mentor adalah pamannya. Untuk urusan agama, yang menjadi mentor adalah Malaikat Jibril.

Boleh dibilang, mentor adalah pihak yang bisa membimbing kita menuju impian kita, karena dia lebih dahulu mencapainya dan dia bisa mengajarkan cara-cara untuk mencapainya. Hm, apakah ini penting? Bukan saja penting, tapi sangat penting!

Ada orang yang bisa mencapai, namun tidak bisa mengajarkan. Sebaliknya, ada orang yang bisa mengajarkan, namun belum pernah mencapai. Ini dua hal yang berbeda. Dan kedua-duanya perlu. Kalau cuma salah satu, yah kurang optimal proses mentoring-nya.

Sekiranya kita harus mengorbankan waktu dan uang demi mendekati sang mentor, yah keluarkan saja. Saya pun begitu, dari dulu sampai sekarang. Hasil akhirnya, malah menghemat waktu dan uang saya. Karena saya tahu persis, coba-coba sendiri jauh lebih lama dan jauh lebih mahal.

Pada akhirnya, belajarlah. Cari ilmu. Cari mentor. Dengan menerapkan ilmu dari seorang mentor yang ahli dan bijak, mudah-mudahan nasib kita akan lebih baik. Ya, lebih baik. Sekian dari saya, Ippho Santosa.

Membangun reseller militan

Assalamualaikum. Semoga semuanya sehat, masih dari kota palembang FJS menuliskan ini untuk berbagi ilmu.Semoga bermanfaat buat semua yang di group ini.Tulisan hari ini adalah tentang membangun Reseller militan.

Seringkali banyak orang mengeluh bahwa punya banyak reseller tapi banyak yang tidak aktif. Bagaimana mengaktifkannya.?

Bagi kita yang mengidentifikasikan diri sebagai penjual online, ada sebuah buku yang bagus untuk dibaca judulnya “Media social Bible” (Kitab Suci Media Sosial).

Buku ini direkomendasikan bagi siapa saja yang ingin fokus mengembangkan bisnisnya menjadi yang ternama dengan menggunakan media sosial di internet.

Ada point menarik yang selama sebulan terakhir saya pelajari dan lakukan; tentang bagaimana membangun engagement di media sosial.
Pemahaman tentang cara membangun hubungan dan keterikatan antara brand  dengan audiensi di media sosial menjadi kebutuhan yang mesti kita penuhi sebagai syarat membangun bisnis online.
Dalam bab membangun engagement di media sosial antara kita dan audiensi, ada hal pokok yang sebelumnya perlu kita ketahui:
1. Bahwa di media sosial, Content Is The King. Singkatnya, bahwa audiensi kita di media sosial hanya akan menjadi loyal jika mereka dapat merasakan manfaatnya dari konten yang kita berikan. Orang di media sosial dapat dengan cepat memutuskan untuk menjadi followers/fans jika ia merasakan manfaat dari konten yang kita berikan.
2. Masuk ke dalam ranah media sosial tidak berarti melulu berjualan ataupun berpromosi. Namun yang lebih penting dari itu adalah membangun brand bisnis dan meningkatkan ketertarikan antara perusahaan kita dengan audiensi.
Dengan memahami kedua hal ini, maka selanjutnya untuk dapat membangun keterikatan ini, ada empat Pilar yang harus kita bangun:
1. Communicate

Komunikasi di media sosial yang baik terjadi apabila ada komunikasi dua arah, karenanya penentuan topik/tema komunikasi menjadi penting untuk diperhatikan.
Tanda bahwa komunikasi dengan audiensi baik adalah kita mendapatkan feedback dari status atau tulisan yang kita share di media sosial (Facebook), feedback dapat berupa komentar, like atau share. Semakin banyak yang didapat maka komunikasi yang kita bangun semakin efektif.
Maka kita perlu juga, disamping melakukan share foto2 produk kita, sesekali perlu untuk share juga content2 yang menarik, lucu, unik, atau bijak. Jika mampu, maka balaslah setiap koment yang diberikan oleh audiens pada content kita.
Seringkali kita sekedar sharing konten lalu mengabaikan komentar, like atau share yang ada. Jika kita membalas komentar maka kita telah membangun komunikasi yang efektif, dan pada akhirnya brand kita akan mudah dikenal.
Dalam konteks bisnis saya, hubungan komunikasi dibangun dengan membuat grup di Facebook yang isinya antara saya dengan semua reseller.
Seringkali obrolan di grup WhatsApp antar reseller hingga jam 12 malam, tentang apa saja, mereka saling bantu jika ada yang tanya ongkir, spek produk Raihan, dll.
Membangun komunikasi dua arah adalah langkah awal untuk membangun keterikatan jangka panjang antara perusahaan kita dengan audiensi kita di media sosial.
2. Collaborate

Membangun kerjasama antara kita dengan audiensi adalah tahapan selanjutnya setelah berhasil membangun komunikasi. Membuat audiens merasa memiliki brand kita, audiensi merasa dekat dan menjadi bagian dari brand kita adalah fokus dari tahapan kedua ini.
Ada contoh kolaborasi yang diceritakan dalam buku “Social Media Bible” ini; sebuah website yang dibuat oleh Starbuck untuk membangun komunitas pelanggan, dimana di dalamnya pelanggan dapat memberikan masukan, ide, saran dan ngobrol semua hal tentang Starbuck.
Banyak brand besar yang membangun komunitas yang berhubungan dengan brand-nya dan berkolaborasi dengan komunitas tersebut dalam rangka mengikat anggota komunitas semakin dalam dengan brand perusahaan.
Membangun kolaborasi adalah bagian daripada membangun keterikatan antara brand kita dengan audiensi yang ada di lingkaran media sosial brand kita.
3. Educate

Mengedukasi audiensi tentang produk atau yang berhubungan dengan produk kita adalah tahapan yang bertujuan agar muncul kesadaran di dalam diri audiens tentang pentingnya produk kita, seperti yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan Forex misalnya,banyak mengadakan edukasi tentang investasi kepada audiensi agar sadar tentang pentingnya edukasi.Dan pada akhirnya bertujuan untuk mengikat audiensi.
Bisa juga edukasi dilakukan untuk tujuan lain yang pada intinya memberikan manfaat kepada audiensi. Misal untuk Online Shop yang jualan baju ketika memberikan konten tentang cara memcuci baju agar baju awet, atau membedakan penjual jujur dan tidak, atau konten lain yang mengedukasi dan memberikan manfaat.
Hampir setiap malam aku biasanya menghabiskan waktu untuk membuat tulisan dan di-share ke grup jualan Raihan, tema-tema edukasi diantaranya tentang bagaimana menjual, bagaimana beriklan, bagaimana merayu calon pembeli, bagaimana menghadapi komplain, dan tema lain yang selalu di-share ke reseller.
Banyak tanggapan positif atas materi edukasi yang sering aku share, komentar reseller diantaranya, berterima kasih, merasa sangat tertolong, merasa beruntung bergabung di grup, dll.
4. Entertain

Sesekali berilah kontent hiburan, lucu, unik atau yang lain.Banyak konten yang aku share grup Raihan, terutama yang lucu-lucu.

Kembangkanlah ide dalam mengimplementasikan ke empat pilar membangun engagement (ikatan) dengan audiensi diatas, sesuaikan dengan industri dan karakter audiens kita masing-masing. Dan jangan lupa bahwa di media sosial konten adalah hal yang penting.

Semoga dapat membantu kita dalam membangun bisnis kita masing-masing.

Happy doing business.
FJS