Skip to content Skip to left sidebar Skip to footer

Tag: #Kemayoran Jakarta Utara

Ada yang kangen makan pizza?

Jakarta – Ada yang kangen makan pizza? Hotmeals datang lagi di @jakartainternationalvelodrome yang jauh mendekat yang dekat merapat..😋
Bawa gebetan dan temen tongkrongan ya biar aseeekk 🤗 Tetap jaga prokes gaess 😙
•Ulas kami di Google Maps gaes 😙

🚐 Foodtruck
(Selasa-Minggu) Pagi & Sore
Stadion International Velodrome
Jl. Balap Sepeda No.35 Pulo Gadung Jaktim
🏬 Home Kitchen
(Senin-Minggu) 11.00-20.00 WIB
Jl. Gading Raya II No.21, RT.3/RW.13, Pisangan Timur, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur

FREE DELIVERY Max 2km
*S&K berlaku

Pemesanan via Whats App
Link WA ada di bio, klik langsung

#hotmeals2 #burger #promo #pizza #inforawamangun #velodrome #jakartatimur #jakarta #food #hotdog #kentang #burger #meals #foodtruck #mealslover #paketburger #paketmurah #paketpromo #makanbesar #makanmakan #bogor #jakarta #gowes #harisepedasedunia #sepeda #bike #jnr #frozenfood
#pizzafrozen

ChicLin : New Traveloka Eats Diskon Eats Delivery 50%!!

Jakarta – Pesan chiclin rawamangun di Traveloka eats banyak bonusnya, diskon 50%,pesan sekarang juga jangan sampai kehabisan
Buka setiap hari jam 10.00-19.30 wib di toserba berkah jalan gurame
#makan #makanan #makanankekinian #makananindonesia #jajan #jajanankekinian #jajananhits #kuliner #promo #shilin #shilintaiwanstreetsnacks #chiclin #travelokaeats

Ramai WhatsApp dan Instagram Tumbang

WhatsApp.

WhatsApp.

Jakarta – Tiga aplikasi pesan instan milik Facebook, WhatsAppInstagram dan Facebook Messenger, mengalami down alias tumbang di seluruh dunia. Ketiganya secara bersamaan berhenti berfungsi pada Jumat sore, 19 Maret 2021 waktu Inggris.

Pengguna melihat peringatan kesalahan ketika mereka membuka aplikasi sehingga tidak dapat mengirim atau menerima pesan. Halaman resmi “Status Platform” Facebook, yang melacak masalah untuk pengembang, menunjukkan bahwa platform itu “sehat-sehat saja” dan tidak ada masalah yang diketahui.

WhatsApp dan Instagram tidak memiliki halaman status server khusus mereka sendiri, meskipun akun Twitter resmi Instagram terkadang memposting tentang pemadaman besar, seperti dikutip dari situs Independent, Sabtu, 20 Maret 2021.

Akun “status” WhatsApp pernah digunakan untuk memberi informasi kepada pengguna tentang masalah apa pun tetapi belum diposting sejak 2014. Perusahaan telah mengalami sejumlah kecil pemadaman yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Karena ketiga aplikasi menjadi lebih saling terkait, pemadaman tersebut menjadi lebih besar, karena masalah di salah satu platform biasanya menyebabkan WhatsApp, Instagram dan Facebook Messenger tumbang.
Berdasarkan pantauan VIVA Tekno pada Sabtu pagi ini, jumlah cuitan netizen yang teriak WhatsApp dan Instagram cukup besar di Twitter. Hingga pukul 07.40 WIB, jumlah cuitan WhatsApp mencapai 1,6 juta dan Instagram sebanyak 169 ribu cuitan.
Jumlah ini diperkirakan terus bertambah jika platform tersebut belum pulih.
Link Berita : https://www.viva.co.id/digital/piranti/1357465-ramai-whatsapp-dan-instagram-tumbang?page=all&utm_medium=all-page

Buka-bukaan Realme C21 dan C25, Duo Ponsel Bujet Terbatas

Ponsel Realme.

Ponsel Realme.

Jakarta – Raksasa teknologi China, Realme, segera memperkenalkan dua ponselnya ke Indonesia. Keduanya yaitu Realme C21 dan Realme C25. Untuk Realme C21 telah dirilis di Malaysia, sementara Realme C25 akan diluncurkan perdana pada Selasa, 23 Maret 2021.

Realme C21 ditempatkan sebagai smartphone kelas low-end, atau biasa disebut menyasar segmentasi pasar yang memiliki bujet sangat terbatas. Kemungkinan Realme C25 juga berasal dari kelas yang sama. Tapi, apa yang membedakan kedua? Berikut ulasan VIVA Tekno seperti dikutip dari situs GSM Arena, Senin, 22 Maret 2021:

Keduanya memiliki display IPS LCD 6,5 inchi resolusi 720 x 1600 piksel. Material belakang dan bingkainya terbuat dari plastik, sedangkan sisi depan adalah kaca untuk Realme C21. Rumornya, Realme C25 menggunakan prosesor Mediatek Helio G70, sementara Realme C21 dipastikan mengandalkan MediaTek Helio G35.

Namun begitu, kedua ponsel low-end ini mengemas OS Android 10 dan Realme UI. Untuk kapasitas penyimpanan, Realme C21 memiliki RAM 4GB dan ROM 64GB. Untuk Realme C25, akan memiliki varian RAM 3GB/32GB dan RAM 4GB/64GB.

Susunan kamera Realme C21 terdiri dari lensa utama 13 MP bukaan f/2.2, lensa makro 2 MP f/2.4, serta lensa depth 2 MP f/ 2.4. Pada bagian depan mengantongi lensa 5 MP bukaan f/2.2. Kabarnya, Realme C25 memiliki kamera utama 48 MP, lensa makro 2MP bukaan f/2.4, lensa depth 2MP f/ 2.4, serta kamera selfie 8 MP.

Sensor sidik jari juga diletakkan pada sisi belakang ponsel. Realme C21 memiliki kapasitas baterai 5.000mAh dengan reverse charging 10W. Sementara Realme C25 rumornya memiliki kapasitas baterai lebih besar, yakni 6.000mAh.

Realme C21 dibalut dengan pilihan warna Cross Black dan Cross Blue, tapi untuk Realme C25 kemungkinan akan memiliki varian warna yang sama. Asal tahu saja, Realme C21 dibanderol dengan harga Rp1,7 juta di Malaysia.
Link : https://www.viva.co.id/digital/piranti/1357788-buka-bukaan-realme-c21-dan-c25-duo-ponsel-bujet-terbatas?page=3&utm_medium=page-3

Instagram, Aplikasi yang Paling Banyak Umbar Data Pribadi

Instagram dan Facebook dinobatkan sebagai aplikasi yang paling banyak umbar data pribadi pengguna ke pihak ketiga.

Ilustrasi. Instagram dan Facebook dinobatkan sebagai aplikasi yang paling banyak umbar data pribadi pengguna ke pihak ketiga. (AFP)

Jakarta, Instagram dan Facebook disebut sebagai aplikasi yang paling banyak membagikan data pribadi pengguna dengan perusahaan lain.

Data yang dikumpulkan oleh keduanya berkisar pada tanggal lahir pengguna hingga kebiasaan pengguna mulai membuka aplikasi.

“Raksasa media sosial seperti Instagram dan Facebook bertujuan untuk mengoleksi data pengguna sebanyak mungkin, ketimbang mengutamakan menjaga privasi mereka,” jelas Ivan Dimitrov, manajer pemasaran digital di pCloud.

Sebanyak 79 persen data pengguna Instagram
dibagi ke perusahaan lain. Perusahaan induk Instagram, Facebook, berada di posisi kedua dengan memberikan 57 persen data pengguna. Sementara LinkedIn dan Uber Eats sama-sama menjual 50 persen data pengguna mereka.

Hal ini berdasarkan studi yang dilakukan penyedia layanan penyimpanan awan (cloud storage), pCloud. Penyimpanan awan adalah layanan yang serupa Apple iCloud dan Google Drive.

Perusahan ini melakukan analisis aplikasi apa saja yang kerap membagikan data pribadi penguna. Studi ini dibuat berdasarkan label privasi Apple yang baru diterapkan di App Store. Mereka melakukan studi ini berdasarkan tiga kategori, yaitu pelacakan, iklan pihak ketiga, dan berdasarkan iklan pengembang atau pemasaran.

Untuk apa kumpulkan data pribadi?

Secara keseluruhan, 52 persen dari aplikasi yang ada saat ini memang membagikan data pengguna dengan pihak ketiga. Aplikasi-aplikasi yang dianalisis pCloud merupakan aplikasi yang kerap digunakan pengguna sehari-hari.

Pihak ketiga yang dimaksud bisa jadi terkait perusahaan lain yang terhubung dengan perusahaan yang menjalankan aplikasi tertentu. Pihak ketiga ini juga bisa jadi mereka yang membayar sejumlah uang untuk mengakses data pengguna.

Studi pCloud juga menyebut 80 persen aplikasi menggunakan data pengguna ini untuk pemasaran. Misal digunakan untuk menayangkan iklan layanan mereka sendiri di platform lain, serta iklan di dalam aplikasi untuk meraup keuntungan, seperti dilansir Tech Radar.

Facebook dan Instagram menduduki puncak daftar aplikasi yang mengumpulkan data pengguna untuk keuntungan mereka sendiri dan kedua layanan tersebut menggunakan 86 persen data pengguna mereka untuk menjual produk mereka sendiri dan menayangkan iklan yang relevan atas nama orang lain.

“Meskipun terkadang aplikasi perlu menyampaikan informasi tertentu kepada pihak ketiga untuk membantu mereka menyediakan layanan, (tapi) sejumlah besar aplikasi sebenarnya melakukannya untuk keuntungan mereka sendiri, bukan penggunanya,” kata Dimitrov seperti dikutip Forbes.

“Mengambil keuntungan dengan berbagi informasi pribadi menjadi lebih berkembang biak dalam praktik online modern.”

Aplikasi yang paling baik jaga data pengguna

Sementara itu, sejumlah aplikasi lain dianggap memiliki kebijakan paling baik untuk melindungi data pribadi pengguna.

Signal, Clubhouse, Netflix, Microsoft Teams, Google Classroom, Shazam, Etsy, Skype, Boohoo, Amtrack, Zoom, Shop dan IRS2Go all disebut tidak mengumpulkan data tentang penggunanya.

Perusahaan juga memberi peringkat lebih dari 100 aplikasi paling populer di dunia berdasarkan seberapa invasif mereka untuk mengungkapkan bahwa Instagram, Facebook, Uber Eats, Trainline, dan eBay melacak persentase data pribadi tertinggi secara keseluruhan.

Meski suatu aplikasi dinilai nyaman digunakan, namun pengguna mesti mempertimbangkan keamanan data pengguna sebelum mengunduh di App Store atau Google Play Store.

link ; https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20210309095530-185-615370/instagram-aplikasi-yang-paling-banyak-umbar-data-pribadi

Fitur Recently Deleted Instagram Sudah Aktif di Indonesia

Fitur Recently Deleted berguna agar pengguna bisa meninjau kembali konten yang sudah dihapus lalu punya opsi memulihkannya atau menghapus secara permanen.

Jakarta, Instagram akhirnya menghadirkan fitur Recently Deleted di Indonesia. Fitur ini sebelumnya hanya bisa dinikmati sebagian pengguna di beberapa negara lain usai diluncurkan pada 2 Februari 2021.

 

Dalam blog resmi Instagram dijelaskan fitur ini dapat digunakan untuk meninjau dan memulihkan konten yang sudah dihapus. Instagram juga menambahkan perlindungan yang membantu mencegah peretas menyusupi akun pengguna dan menghapus kiriman yang pernah pengguna bagikan.

 

Instagram berkata peretas terkadang menghapus konten ketika mereka mendapatkan akses ke akun. Sebelum ada Recently Deleted, pengguna tidak memiliki cara yang mudah untuk mendapatkan kembali foto dan video mereka

Secara spesifik, pengguna dapat memulihkan foto, video, reels, video IGTV, dan stories Instagram yang telah dihapus. Konten yang pengguna pilih untuk dihapus nantinya akan dipindahkan ke Recently Deleted.

Konten di Recently Deleted akan otomatis dihapus 30 hari kemudian atau hingga 24 jam untuk artikel yang tidak ada di arsip stories pengguna. Selama 30 hari tersebut, pengguna dapat mengakses konten yang sudah dihapus dan punya opsi buat memulihkan atau menghapusnya secara permanen.

Cara menggunakan fitur Recently Deleted adalah dengan membuka Pengaturan> Akun> Recently Deleted pada versi terbaru aplikasi Instagram di Android dan iOS. Kemudian, pilih unggahan apa yang ingin dipulihkan lalu pilih ‘Restore’.

Nantinya, pengguna diminta untuk memasukkan kode verifikasi berisi enam digit angka yang dikirim oleh Instagram melalui SMS atau email.

Untuk pengguna Android, fitur Recently Deleted ini bisa digunakan pada versi 179.0.0.31.132 yang telah tersedia sejak 15 Maret 2021. Sedangkan untuk pengguna iOS, fitus itu tersedia pada versi 179.0 yang juga sudah tersedia sejak 15 Maret 2021.

 

Link :  https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20210319065131-185-619429/fitur-recently-deleted-instagram-sudah-aktif-di-indonesia

TikTok Bicara Tren Saat Ramadan Semasa Pandemi

Menurut TikTok memahami tren saat Ramadan bisa membantu brand atau usaha kecil dan menengah menarik audiens baru.

Logo TikTok. (AFP/OLIVIER DOULIERY)

Jakarta, Platform video singkat TikTok mengungkap tren di kalangan pengguna selama Ramadan di Indonesia yang kebanyakan menantikan konten seputar religi, makanan, informasi keluarga dan kerabat, serta fesyen dan kecantikan.

 

Sitaresti Astarini, Head of Business Marketing TikTok Indonesia, mengatakan, konten seperti itu dapat dimanfaatkan brand atau Usaha Kecil dan Menengah (UKM) untuk menarik audiens baru.

 

“Dari hasil survei kami di laporan ‘TikTok Ramadan Insight 2021’ ini, terlihat bahwa di tengah segala keterbatasan yang ada saat ini, para pengguna TikTok di Indonesia tetap aktif dan semangat dalam berbagi cerita dengan suka cita, sehingga dapat memberikan arti kebersamaan terutama di masa pandemi,” ujar Sitaresti dalam keterangan resmi.

Lebih lanjut ia mengatakan penggunanya disebut menikmati berbagai hiburan melalui konten-konten informatif, inspiratif, menghibur, serta berkesinambungan.

Menurutnya brand memiliki kesempatan besar terhubung dengan para pengguna selama Ramadan dengan cara yang disebut otentik di platform itu.

Para pengguna, kata dia, dapat secara langsung terlibat dalam kampanye brand dengan cara membuat konten sendiri sesuai kreativitas penggunanya.

Sitaresti mengatakan pengguna Tiktok di Indonesia sangat reseptif terhadap iklan. Sebanyak 90 persen pengguna mengaku mengambil tindakan lanjutan seperti mengklik tautan, berkomentar, dan lainnya setelah melihat iklan di TikTok.

Pengguna TikTok sambut Ramadhan 2021

Berdasarkan survei ‘TikTok Ramadan Insight 2021’ memperlihatkan sebanyak 71 persen pengguna TikTok merayakan Ramadan dengan cara masing-masing, salah satunya beraktivitas di rumah.

Tren ini terlihat dari Ramadan tahun lalu, di mana terdapat 29 persen peningkatan engagement selama bulan tersebut, dibandingkan rata-rata harian. Platform TikTok dimanfaatkan pengguna untuk memberikan makna lebih bagi kebersamaan dengan berbagi inspirasi yang membuat Ramadan lebih berkesan.

Pada tahun ini, sebanyak 96 persen pengguna TikTok menyatakan ingin lebih aktif di platform online dan akan mengunggah konten dalam platform digital selama bulan Ramadan nanti dengan berbagai tren.

Selain itu, 1 dari 3 pengguna juga sudah merencanakan akan membeli lebih banyak makanan dan kudapan secara online selama Ramadan tahun ini.

Ramadan merupakan momen yang dinanti sebagian besar masyarakat Indonesia. Menurut data dari Kantar, sejak tahun lalu Ramadan dirayakan lebih sederhana, fokus pada ibadah dan kesadaran tentang pentingnya kesehatan dengan penyampaian sosialisasi yang berbeda-beda.

“Para brand dan pelaku usaha memiliki peluang untuk memanfaatkan berbagai platform digital dalam berkomunikasi dengan target publiknya, seperti inspirasi berbagi, kegiatan di rumah dan kisah humanis lainnya,” kata Fanny Murhayati, Marketing Director, Kantar Indonesia.

Link artikel : https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20210317122008-185-618546/tiktok-bicara-tren-saat-ramadan-semasa-pandemi

Kominfo Ungkap Wawasan Masyarakat RI soal Berdigitalisasi

Kominfo gencar mengedukasi masyarakat di era digitalisasi. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berdigitalisasi.

Wawasanan berdigitalisasi masyarakat Indonesia masih rendah. (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)

Jakarta, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan kemampuan dan wawasan masyarakat Indonesia soal literasi digital atau kemampuan berdigitalisasi terbilang rendah.

Demikian disampaikan Semuel dalam acara Peluncuran Kegiatan Edukasi Literasi Digital yang digelar oleh ICT Watch secara virtual, Selasa (17/3).

“Hasil survei literasi digital yang kita lakukan bersama siberkreasi dan katadata pada 2020 menunjukkan bahwa indeks literasi digital Indonesia masih pada angka 3,47 dari skala 1 hingga 4. Hal itu menunjukkan indeks literasi digital kita masih di bawah tingkatan baik,” kata Semuel.

Menurut Samuel, temuan ini disikapi bersama mengingat saat ini Indonesia tengah melakukan percepatan agenda transformasi digital. Untuk itu literasi digital dari masyarakat dinilai memiliki peranan penting.

Oleh karena dijelaskan Semuel, Kominfo bersama Siberkreasi, Facebook dan WhatsApp gencar mengedukasi masyarakat di era digitalisasi. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berdigitalisasi.

Sementara itu, pemerintah tengah menyusun Rancangan Undang-Undang Pelindungan Data Pengguna (RUU-PDP) bersama DPR-RI sebagai bentuk respons tingginya kegiatan masyarakat di dunia maya.

“Kominfo saat ini tengah melakukan pembahasan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Data Pengguna bersama DPR-RI,” ujar Samuel.

Menurutnya RUU-PDP menjadi salah satu payung hukum masyarakat untuk menjamin perlindungan data pribadi untuk masyarakat saat ini.

“RUU-PDP ini menjadi payung hukum bagi masyarakat yang lebih komprehensif dan dapat memberikan jaminan perlindungan data pribadi,” ucap Semuel.

Berdasarkan Keputusan DPR RI Nomor 19/DPR RI/I/2018-2019 tentang Program Legislasi Nasional RUU Prioritas Tahun 2019 dan Perubahan Program Legislasi Nasional RUU Tahun 2015- 2019. Undang-Undang PDP sejatinya sudah diprioritaskan untuk dibahas di DPR sejak tahun 2019. Namun hingga kini tidak kunjung disahkan.

Pada September 2020 lalu Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate sempat mengatakan, pihaknya siap untuk melakukan rapat maraton agar RUU PDP bisa langsung diselesaikan sesuai target.

Link Berita : https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20210316172432-185-618220/kominfo-ungkap-wawasan-masyarakat-ri-soal-berdigitalisasi