Skip to content Skip to left sidebar Skip to footer

Month: March 2021

Ramai WhatsApp dan Instagram Tumbang

WhatsApp.

WhatsApp.

Jakarta – Tiga aplikasi pesan instan milik Facebook, WhatsAppInstagram dan Facebook Messenger, mengalami down alias tumbang di seluruh dunia. Ketiganya secara bersamaan berhenti berfungsi pada Jumat sore, 19 Maret 2021 waktu Inggris.

Pengguna melihat peringatan kesalahan ketika mereka membuka aplikasi sehingga tidak dapat mengirim atau menerima pesan. Halaman resmi “Status Platform” Facebook, yang melacak masalah untuk pengembang, menunjukkan bahwa platform itu “sehat-sehat saja” dan tidak ada masalah yang diketahui.

WhatsApp dan Instagram tidak memiliki halaman status server khusus mereka sendiri, meskipun akun Twitter resmi Instagram terkadang memposting tentang pemadaman besar, seperti dikutip dari situs Independent, Sabtu, 20 Maret 2021.

Akun “status” WhatsApp pernah digunakan untuk memberi informasi kepada pengguna tentang masalah apa pun tetapi belum diposting sejak 2014. Perusahaan telah mengalami sejumlah kecil pemadaman yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Karena ketiga aplikasi menjadi lebih saling terkait, pemadaman tersebut menjadi lebih besar, karena masalah di salah satu platform biasanya menyebabkan WhatsApp, Instagram dan Facebook Messenger tumbang.
Berdasarkan pantauan VIVA Tekno pada Sabtu pagi ini, jumlah cuitan netizen yang teriak WhatsApp dan Instagram cukup besar di Twitter. Hingga pukul 07.40 WIB, jumlah cuitan WhatsApp mencapai 1,6 juta dan Instagram sebanyak 169 ribu cuitan.
Jumlah ini diperkirakan terus bertambah jika platform tersebut belum pulih.
Link Berita : https://www.viva.co.id/digital/piranti/1357465-ramai-whatsapp-dan-instagram-tumbang?page=all&utm_medium=all-page

Buka-bukaan Realme C21 dan C25, Duo Ponsel Bujet Terbatas

Ponsel Realme.

Ponsel Realme.

Jakarta – Raksasa teknologi China, Realme, segera memperkenalkan dua ponselnya ke Indonesia. Keduanya yaitu Realme C21 dan Realme C25. Untuk Realme C21 telah dirilis di Malaysia, sementara Realme C25 akan diluncurkan perdana pada Selasa, 23 Maret 2021.

Realme C21 ditempatkan sebagai smartphone kelas low-end, atau biasa disebut menyasar segmentasi pasar yang memiliki bujet sangat terbatas. Kemungkinan Realme C25 juga berasal dari kelas yang sama. Tapi, apa yang membedakan kedua? Berikut ulasan VIVA Tekno seperti dikutip dari situs GSM Arena, Senin, 22 Maret 2021:

Keduanya memiliki display IPS LCD 6,5 inchi resolusi 720 x 1600 piksel. Material belakang dan bingkainya terbuat dari plastik, sedangkan sisi depan adalah kaca untuk Realme C21. Rumornya, Realme C25 menggunakan prosesor Mediatek Helio G70, sementara Realme C21 dipastikan mengandalkan MediaTek Helio G35.

Namun begitu, kedua ponsel low-end ini mengemas OS Android 10 dan Realme UI. Untuk kapasitas penyimpanan, Realme C21 memiliki RAM 4GB dan ROM 64GB. Untuk Realme C25, akan memiliki varian RAM 3GB/32GB dan RAM 4GB/64GB.

Susunan kamera Realme C21 terdiri dari lensa utama 13 MP bukaan f/2.2, lensa makro 2 MP f/2.4, serta lensa depth 2 MP f/ 2.4. Pada bagian depan mengantongi lensa 5 MP bukaan f/2.2. Kabarnya, Realme C25 memiliki kamera utama 48 MP, lensa makro 2MP bukaan f/2.4, lensa depth 2MP f/ 2.4, serta kamera selfie 8 MP.

Sensor sidik jari juga diletakkan pada sisi belakang ponsel. Realme C21 memiliki kapasitas baterai 5.000mAh dengan reverse charging 10W. Sementara Realme C25 rumornya memiliki kapasitas baterai lebih besar, yakni 6.000mAh.

Realme C21 dibalut dengan pilihan warna Cross Black dan Cross Blue, tapi untuk Realme C25 kemungkinan akan memiliki varian warna yang sama. Asal tahu saja, Realme C21 dibanderol dengan harga Rp1,7 juta di Malaysia.
Link : https://www.viva.co.id/digital/piranti/1357788-buka-bukaan-realme-c21-dan-c25-duo-ponsel-bujet-terbatas?page=3&utm_medium=page-3

Instagram, Aplikasi yang Paling Banyak Umbar Data Pribadi

Instagram dan Facebook dinobatkan sebagai aplikasi yang paling banyak umbar data pribadi pengguna ke pihak ketiga.

Ilustrasi. Instagram dan Facebook dinobatkan sebagai aplikasi yang paling banyak umbar data pribadi pengguna ke pihak ketiga. (AFP)

Jakarta, Instagram dan Facebook disebut sebagai aplikasi yang paling banyak membagikan data pribadi pengguna dengan perusahaan lain.

Data yang dikumpulkan oleh keduanya berkisar pada tanggal lahir pengguna hingga kebiasaan pengguna mulai membuka aplikasi.

“Raksasa media sosial seperti Instagram dan Facebook bertujuan untuk mengoleksi data pengguna sebanyak mungkin, ketimbang mengutamakan menjaga privasi mereka,” jelas Ivan Dimitrov, manajer pemasaran digital di pCloud.

Sebanyak 79 persen data pengguna Instagram
dibagi ke perusahaan lain. Perusahaan induk Instagram, Facebook, berada di posisi kedua dengan memberikan 57 persen data pengguna. Sementara LinkedIn dan Uber Eats sama-sama menjual 50 persen data pengguna mereka.

Hal ini berdasarkan studi yang dilakukan penyedia layanan penyimpanan awan (cloud storage), pCloud. Penyimpanan awan adalah layanan yang serupa Apple iCloud dan Google Drive.

Perusahan ini melakukan analisis aplikasi apa saja yang kerap membagikan data pribadi penguna. Studi ini dibuat berdasarkan label privasi Apple yang baru diterapkan di App Store. Mereka melakukan studi ini berdasarkan tiga kategori, yaitu pelacakan, iklan pihak ketiga, dan berdasarkan iklan pengembang atau pemasaran.

Untuk apa kumpulkan data pribadi?

Secara keseluruhan, 52 persen dari aplikasi yang ada saat ini memang membagikan data pengguna dengan pihak ketiga. Aplikasi-aplikasi yang dianalisis pCloud merupakan aplikasi yang kerap digunakan pengguna sehari-hari.

Pihak ketiga yang dimaksud bisa jadi terkait perusahaan lain yang terhubung dengan perusahaan yang menjalankan aplikasi tertentu. Pihak ketiga ini juga bisa jadi mereka yang membayar sejumlah uang untuk mengakses data pengguna.

Studi pCloud juga menyebut 80 persen aplikasi menggunakan data pengguna ini untuk pemasaran. Misal digunakan untuk menayangkan iklan layanan mereka sendiri di platform lain, serta iklan di dalam aplikasi untuk meraup keuntungan, seperti dilansir Tech Radar.

Facebook dan Instagram menduduki puncak daftar aplikasi yang mengumpulkan data pengguna untuk keuntungan mereka sendiri dan kedua layanan tersebut menggunakan 86 persen data pengguna mereka untuk menjual produk mereka sendiri dan menayangkan iklan yang relevan atas nama orang lain.

“Meskipun terkadang aplikasi perlu menyampaikan informasi tertentu kepada pihak ketiga untuk membantu mereka menyediakan layanan, (tapi) sejumlah besar aplikasi sebenarnya melakukannya untuk keuntungan mereka sendiri, bukan penggunanya,” kata Dimitrov seperti dikutip Forbes.

“Mengambil keuntungan dengan berbagi informasi pribadi menjadi lebih berkembang biak dalam praktik online modern.”

Aplikasi yang paling baik jaga data pengguna

Sementara itu, sejumlah aplikasi lain dianggap memiliki kebijakan paling baik untuk melindungi data pribadi pengguna.

Signal, Clubhouse, Netflix, Microsoft Teams, Google Classroom, Shazam, Etsy, Skype, Boohoo, Amtrack, Zoom, Shop dan IRS2Go all disebut tidak mengumpulkan data tentang penggunanya.

Perusahaan juga memberi peringkat lebih dari 100 aplikasi paling populer di dunia berdasarkan seberapa invasif mereka untuk mengungkapkan bahwa Instagram, Facebook, Uber Eats, Trainline, dan eBay melacak persentase data pribadi tertinggi secara keseluruhan.

Meski suatu aplikasi dinilai nyaman digunakan, namun pengguna mesti mempertimbangkan keamanan data pengguna sebelum mengunduh di App Store atau Google Play Store.

link ; https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20210309095530-185-615370/instagram-aplikasi-yang-paling-banyak-umbar-data-pribadi

Fitur Recently Deleted Instagram Sudah Aktif di Indonesia

Fitur Recently Deleted berguna agar pengguna bisa meninjau kembali konten yang sudah dihapus lalu punya opsi memulihkannya atau menghapus secara permanen.

Jakarta, Instagram akhirnya menghadirkan fitur Recently Deleted di Indonesia. Fitur ini sebelumnya hanya bisa dinikmati sebagian pengguna di beberapa negara lain usai diluncurkan pada 2 Februari 2021.

 

Dalam blog resmi Instagram dijelaskan fitur ini dapat digunakan untuk meninjau dan memulihkan konten yang sudah dihapus. Instagram juga menambahkan perlindungan yang membantu mencegah peretas menyusupi akun pengguna dan menghapus kiriman yang pernah pengguna bagikan.

 

Instagram berkata peretas terkadang menghapus konten ketika mereka mendapatkan akses ke akun. Sebelum ada Recently Deleted, pengguna tidak memiliki cara yang mudah untuk mendapatkan kembali foto dan video mereka

Secara spesifik, pengguna dapat memulihkan foto, video, reels, video IGTV, dan stories Instagram yang telah dihapus. Konten yang pengguna pilih untuk dihapus nantinya akan dipindahkan ke Recently Deleted.

Konten di Recently Deleted akan otomatis dihapus 30 hari kemudian atau hingga 24 jam untuk artikel yang tidak ada di arsip stories pengguna. Selama 30 hari tersebut, pengguna dapat mengakses konten yang sudah dihapus dan punya opsi buat memulihkan atau menghapusnya secara permanen.

Cara menggunakan fitur Recently Deleted adalah dengan membuka Pengaturan> Akun> Recently Deleted pada versi terbaru aplikasi Instagram di Android dan iOS. Kemudian, pilih unggahan apa yang ingin dipulihkan lalu pilih ‘Restore’.

Nantinya, pengguna diminta untuk memasukkan kode verifikasi berisi enam digit angka yang dikirim oleh Instagram melalui SMS atau email.

Untuk pengguna Android, fitur Recently Deleted ini bisa digunakan pada versi 179.0.0.31.132 yang telah tersedia sejak 15 Maret 2021. Sedangkan untuk pengguna iOS, fitus itu tersedia pada versi 179.0 yang juga sudah tersedia sejak 15 Maret 2021.

 

Link :  https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20210319065131-185-619429/fitur-recently-deleted-instagram-sudah-aktif-di-indonesia

TikTok Bicara Tren Saat Ramadan Semasa Pandemi

Menurut TikTok memahami tren saat Ramadan bisa membantu brand atau usaha kecil dan menengah menarik audiens baru.

Logo TikTok. (AFP/OLIVIER DOULIERY)

Jakarta, Platform video singkat TikTok mengungkap tren di kalangan pengguna selama Ramadan di Indonesia yang kebanyakan menantikan konten seputar religi, makanan, informasi keluarga dan kerabat, serta fesyen dan kecantikan.

 

Sitaresti Astarini, Head of Business Marketing TikTok Indonesia, mengatakan, konten seperti itu dapat dimanfaatkan brand atau Usaha Kecil dan Menengah (UKM) untuk menarik audiens baru.

 

“Dari hasil survei kami di laporan ‘TikTok Ramadan Insight 2021’ ini, terlihat bahwa di tengah segala keterbatasan yang ada saat ini, para pengguna TikTok di Indonesia tetap aktif dan semangat dalam berbagi cerita dengan suka cita, sehingga dapat memberikan arti kebersamaan terutama di masa pandemi,” ujar Sitaresti dalam keterangan resmi.

Lebih lanjut ia mengatakan penggunanya disebut menikmati berbagai hiburan melalui konten-konten informatif, inspiratif, menghibur, serta berkesinambungan.

Menurutnya brand memiliki kesempatan besar terhubung dengan para pengguna selama Ramadan dengan cara yang disebut otentik di platform itu.

Para pengguna, kata dia, dapat secara langsung terlibat dalam kampanye brand dengan cara membuat konten sendiri sesuai kreativitas penggunanya.

Sitaresti mengatakan pengguna Tiktok di Indonesia sangat reseptif terhadap iklan. Sebanyak 90 persen pengguna mengaku mengambil tindakan lanjutan seperti mengklik tautan, berkomentar, dan lainnya setelah melihat iklan di TikTok.

Pengguna TikTok sambut Ramadhan 2021

Berdasarkan survei ‘TikTok Ramadan Insight 2021’ memperlihatkan sebanyak 71 persen pengguna TikTok merayakan Ramadan dengan cara masing-masing, salah satunya beraktivitas di rumah.

Tren ini terlihat dari Ramadan tahun lalu, di mana terdapat 29 persen peningkatan engagement selama bulan tersebut, dibandingkan rata-rata harian. Platform TikTok dimanfaatkan pengguna untuk memberikan makna lebih bagi kebersamaan dengan berbagi inspirasi yang membuat Ramadan lebih berkesan.

Pada tahun ini, sebanyak 96 persen pengguna TikTok menyatakan ingin lebih aktif di platform online dan akan mengunggah konten dalam platform digital selama bulan Ramadan nanti dengan berbagai tren.

Selain itu, 1 dari 3 pengguna juga sudah merencanakan akan membeli lebih banyak makanan dan kudapan secara online selama Ramadan tahun ini.

Ramadan merupakan momen yang dinanti sebagian besar masyarakat Indonesia. Menurut data dari Kantar, sejak tahun lalu Ramadan dirayakan lebih sederhana, fokus pada ibadah dan kesadaran tentang pentingnya kesehatan dengan penyampaian sosialisasi yang berbeda-beda.

“Para brand dan pelaku usaha memiliki peluang untuk memanfaatkan berbagai platform digital dalam berkomunikasi dengan target publiknya, seperti inspirasi berbagi, kegiatan di rumah dan kisah humanis lainnya,” kata Fanny Murhayati, Marketing Director, Kantar Indonesia.

Link artikel : https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20210317122008-185-618546/tiktok-bicara-tren-saat-ramadan-semasa-pandemi

Kominfo Ungkap Wawasan Masyarakat RI soal Berdigitalisasi

Kominfo gencar mengedukasi masyarakat di era digitalisasi. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berdigitalisasi.

Wawasanan berdigitalisasi masyarakat Indonesia masih rendah. (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)

Jakarta, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan kemampuan dan wawasan masyarakat Indonesia soal literasi digital atau kemampuan berdigitalisasi terbilang rendah.

Demikian disampaikan Semuel dalam acara Peluncuran Kegiatan Edukasi Literasi Digital yang digelar oleh ICT Watch secara virtual, Selasa (17/3).

“Hasil survei literasi digital yang kita lakukan bersama siberkreasi dan katadata pada 2020 menunjukkan bahwa indeks literasi digital Indonesia masih pada angka 3,47 dari skala 1 hingga 4. Hal itu menunjukkan indeks literasi digital kita masih di bawah tingkatan baik,” kata Semuel.

Menurut Samuel, temuan ini disikapi bersama mengingat saat ini Indonesia tengah melakukan percepatan agenda transformasi digital. Untuk itu literasi digital dari masyarakat dinilai memiliki peranan penting.

Oleh karena dijelaskan Semuel, Kominfo bersama Siberkreasi, Facebook dan WhatsApp gencar mengedukasi masyarakat di era digitalisasi. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berdigitalisasi.

Sementara itu, pemerintah tengah menyusun Rancangan Undang-Undang Pelindungan Data Pengguna (RUU-PDP) bersama DPR-RI sebagai bentuk respons tingginya kegiatan masyarakat di dunia maya.

“Kominfo saat ini tengah melakukan pembahasan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Data Pengguna bersama DPR-RI,” ujar Samuel.

Menurutnya RUU-PDP menjadi salah satu payung hukum masyarakat untuk menjamin perlindungan data pribadi untuk masyarakat saat ini.

“RUU-PDP ini menjadi payung hukum bagi masyarakat yang lebih komprehensif dan dapat memberikan jaminan perlindungan data pribadi,” ucap Semuel.

Berdasarkan Keputusan DPR RI Nomor 19/DPR RI/I/2018-2019 tentang Program Legislasi Nasional RUU Prioritas Tahun 2019 dan Perubahan Program Legislasi Nasional RUU Tahun 2015- 2019. Undang-Undang PDP sejatinya sudah diprioritaskan untuk dibahas di DPR sejak tahun 2019. Namun hingga kini tidak kunjung disahkan.

Pada September 2020 lalu Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate sempat mengatakan, pihaknya siap untuk melakukan rapat maraton agar RUU PDP bisa langsung diselesaikan sesuai target.

Link Berita : https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20210316172432-185-618220/kominfo-ungkap-wawasan-masyarakat-ri-soal-berdigitalisasi

Makin Dekat! Ini Bocoran Merger Gojek-Tokopedia

gojek tokopedia merger

Gojek dan Tokopedia dilaporkan jadi merger (Foto: detikINET)

Jakarta – Gojek dan Tokopedia dilaporkan sudah mencapai kesepakatan awal untuk merger. Kedua pihak menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat.

Dilansir dari DealStreetAsia, Selasa (9/3/2021) dua unicorn Indonesia yaitu Gojek dan Tokopedia sudah menandatangani Conditional Sales and Purchase Agreement (CSPA) atau perjanjian jual beli saham bersyarat. Bocoran ini disampaikan oleh platform D-Insight.

Kesepakatan awal ini menjadi kabar terbaru dari rencana merger yang sebelumnya sudah panas diberitakan. D-Insights menyebutkan setelah merger, Gojek akan memegang 60% saham. Sedangkan Tokopedia akan memegang sisanya.

Gabungan dari dua unicorn ini akan menghasilkan valuasi senilai USD 35-40 miliar (Rp 500,1-572,5 triliun), demikian menurut laporannya. Valuasi ini akan menjadi yang kapitalisasi pasar terbesar ketiga di Indonesia setelah PT Bank Central Asia Tbk dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk.

DealStreetAsia melaporkan bulan lalu Gojek sudah menunjuk Goldman Sachs sebagai penasihat untuk negosiasi merger dengan Tokopedia. Merger ini, jika nanti terkonfirmasi akan menjadi merger terbesar di Indonesia di bidang teknologi.

Kedua unicorn punya investor yang sama anta lain Google, Temasek Holdings dan Sequoia Capital India. Dengan merger itu, Tokopedia dan Gojek punya akses lebih luas kepada pasar dengan menggabung ride-hailing dan e-commerce.

detikINET meminta tanggapan dari Gojek dan Tokopedia soal kabar merger terbaru ini. Nila Marita, Chief Corporate Affairs, Gojek Group mengatakan tidak bisa berkomentar.

“Kami tidak dapat memberikan komentar terhadap rumor dan spekulasi di pasar,” kata Nila singkat.

Link Berita : https://inet.detik.com/business/d-5487202/makin-dekat-ini-bocoran-merger-gojek-tokopedia

Waspada Pesan WhatsApp Minta Kode OTP, Modus Ambil Alih Akun

Masyarakat diminta untuk waspada jika terima pesan permintaan OTP (One Time Password) melalui WhatsApp. Ada juga ke SMS mengatasnamakan WhatsApp.

Ilustrasi kode OTP WhatsApp. (CNN Indonesia/ Bisma Septalisma)

Jakarta, CNN Indonesia —

Bareskrim Polri melalui Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) mengimbau masyarakat untuk waspada jika terima pesan permintaan OTP (One Time Password) melalui WhatsApp.

Imbauan tersebut dituliskan melalui akun Twitter @CCICPolri, Selasa (9/3).

“Saat ini banyak cara bagi pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mengambil alih akun WhatsApp,” cuit akun @CCICPolri.

“Jika Anda mendapatkan pesan teks dari WhatsApp, jangan bagikan kode yang ada dapatkan dan jangan klik link tersebut,” tambahnya.

Selain memberikan imbauan, Bareskrim juga membagikan tangkapan layar yang disebut harus diwaspadai oleh pengguna pesan instan WhatsApp. Berikut contoh tangkapan layar yang diunggah lewat akun Tersebut.

Image

Lebih lanjut Bareskrim juga mengimbau untuk tidak memberikan data foto dan nomor KTP sembarangan. Hal itu disebut dapat dipergunakan berbagai tindak kejahatan seperti pinjaman dana online, membeli barang hingga membobol akun rekening.

“Hal tersebut bisa menjadi celah bagi pelaku tindak pidana untuk melakukan pinjaman pada aplikasi fintech atau membeli suatu barang bahkan bisa digunakan membobol akun rekening bank anda,” cuit akun tersebut.

Tindak kejahatan kerap mengancam sebagian masyarakat pengguna teknologi digital. Belum lama ini terjadi modus penipuan baru di WhatsApp yang menyiasati pengguna untuk memberikan kode OTP yang dikirim menggunakan huruf India.

Hal ini dialami Arief seorang karyawan swasta yang mendapatkan kiriman kode OTP dari seorang yang mengaku sebagai kasir sebuah minimarket.

“Iya, pura-pura dia jadi kasir mini market. Terus katanya customer salah kirim nomor OTP,” kata Arief kepada CNNIndonesia,com Selasa (9/2).

Lewat pesan itu, penipu mengaku kode enam angka yang dikirim adalah nomor voucher game fishing go. Ia lantas meminta Arief untuk memberikan kode yang dikirimkan oleh pesan tersebut.

Berdasarkan tangkapan layar yang diberikan kepada CNNIndonesia.com, Arief diminta untuk mengirimkan pesan OTP yang masuk dari pesan WhatsApp kepada akun penipu tersebut.

Namun penipu itu mengakali dengan cara mengirimkan OTP berbahasa India. Cara-cara ini menunjukkan, modus phising (penipuan online) untuk meminta kode OTP masih terus berlangsung.

Agar lebih meyakinkan, penipu menyimpan foto profil dengan foto kasir mini market. Usai diberikan kode tersebut, tidak lama kemudian Arief mendapati akun WhatsAppnya telah diambil alih oleh penipu.

Lebih lanjut, menurutnya setelah akunnya di ambil alih penipu. Mereka menghubungi semua kontak yang ada di ponselnya untuk melakukan modus serupa. Sebab, semua teman Arief pun mendapati pesan yang sama.

Link : https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20210309183450-185-615680/waspada-pesan-whatsapp-minta-kode-otp-modus-ambil-alih-akun

Cerita Pemodifikasi Lamborghini Rp350 Juta di Gunung Kidul

Suharyanto dari awal terinspirasi Lamborghini Aventador. Ia memodifikasi mobil menggunakan knalpot yang diciptakan khusus agar mengeluarkan suara menggelegar.

Lamborghini Aventador menjadi inspirasi Suharyanto, pria asal Gunung Kidul, Jawa Tengah dalam memodifikasi mobil. (Foto: lamborghini.com)

Jakarta, Suharyanto, pria asal Gunung Kidul, Jawa Tengah berhasil membuat kreasi yang membuat geleng kepala. Di tangannya, ia berhasil menciptakan replika supercar asal Italia, Lamborghini Aventador.

 

Supercar ia buat di bengkel sederhana, yang cuma berlantai tanah. Cerita Suharyanto ini terungkap pada akun video Youtube berbagi ‘Cerita Gunung Kidul’.

 

Dalam video tersebut, Suharyanto yang sekaligus sebagai pemilik High Class Auto Custom ini mengaku bila mobil tersebut merupakan pesanan seorang konsumen.

“Ini pesanan dan yang kedua (bikin). Kalau secara pribadi sudah pernah buat enam,” kata Suharyanto dikutip pada video tersebut, Selasa (9/3).

Ia mengatakan proses pembuatan membutuhkan waktu hingga satu tahun sampai mobil siap pakai.

“Proses 10 bulan tapi karena kemarin ada penyesuaian dan finishing jadi agak mundur jadi satu tahun,” ucapnya.

Suharyanto yang dari awal terinspirasi Lamborghini Aventador ini selanjutnya menggunakan knalpot yang diciptakan khusus agar mengeluarkan suara menggelegar.

Sementara basis mobil menggunakan Mitsubishi Galant tahun produksi 2000. Menurutnya, cuma ada sentuhan sedikit di bagian mesin guna mendongkrak performanya supaya tak malu-maluin di jalan.

“Mobil itu ya di atas 2000 cc dan kalau bisa mesin V jadi mirip suaranya,” ungkap dia.

Biaya modifikasi

Untuk menghasilkan mobil modifikasi yang aduhai, Suharyanto harus mendesain bodi dan membuatnya dari pelat. Ia mengatakan dalam setiap pembuatannya terlebih dahulu merancang desain setelah melihat model aslinya, lalu dilakukan pencetakan bodi mengikuti desain yang sudah dibuat.

“Dari awal konsumen mau apa, nanti didesain, skalanya bagaimana. Terus bodi kami custom,” ujarnya.

Dalam pembuatan replika Lamborghini, menurutnya bagian paling sulit yakni meletakkan sebongkah mesin penggerak. Sebab ia harus mengubah tata letak mesin yang semula di depan jadi ke belakang mengikuti model asli Lamborghini.

“Terus detailing juga termasuk sulit,” tuturnya.

Dari awal sampai selesai, ia mengaku menghabiskan Rp350 juta. Angka tersebut bisa membengkak bila konsumen ada penambahan fitur dan spesifikasi khusus.

Link : https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20210309194603-384-615712/cerita-pemodifikasi-lamborghini-rp350-juta-di-gunung-kidul

Dapat Ilmu Baru dari SEO

Search Engine Optimization (SEO).

Search Engine Optimization (SEO)

Di era digital seperti sekarang, semua bisnis memerlukan pemasaran di dunia maya atau internet. Meski begitu, masih banyak pelaku bisnis atau perusahaan yang belum betul-betul paham konsep pengoptimalan mesin pencarian atau search engine optimization (SEO) untuk mendorong pertumbuhan bisnis.

Konsep SEO sudah bukan monopoli media online tetapi juga pelaku bisnis, terutama generasi milenial, agar produk atau jasa mereka dikenal banyak orang. Optimalisasi website dengan cara ini yaitu harus bisa menyesuaikan diri dengan algoritma yang diberikan oleh pihak Google sebagai mesin pencari yang digunakan.

SEOCon Jakarta secara konsisten memberikan masukan dan pengetahuan di dunia search engine optimization atau mesin pencarian di tengah pertumbuhan industri digital saat ini.

Kendati masih pandemi COVID-19, SEOCon Jakarta 2021 tetap digelar melalui Virtual Exhibition Venue, yakni sebuah platform pameran virtual di mana para peserta dapat merasakan pengalaman menghadiri tempat kegiatan yang lengkap dengan ruang konferensi, ruang pertemuan bisnis, maupun stan interaktif di area pameran.

Penggagas SEOCon Jakarta, Ryan Kristo Muljono mengatakan, mesin pencari telah berkembang dalam beberapa bulan terakhir, tidak hanya dari mesin tetapi juga dari penggunanya.

Ia menyebut perubahan SEO yang cepat dan sering membuat para praktisi yang bekerja dengan SEO harus dapat memahami semua ilmu yang baru, terutama karena SEO juga sejalan dengan pemasaran digital di mana kombinasi tersebut akan membawa manfaat besar bagi bisnis.

“Sekarang adalah saatnya menyelaraskan pengetahuan SEO dan pemasaran digital,” ungkap Ryan, Rabu, 3 Maret 2021. Pada kesempatan yang sama, CTO Pi Datametrics, Jon Earnshaw, mengklaim jika SEOCon Jakarta 2021 akan membuat kampanye pemasaran digital menjadi sukses.

SEOCon Jakarta 2021 akan berlangsung selama tiga hari, yaitu 17 hingga 19 Maret mendatang dengan tema ‘Search in the New World’.

“Sebagai profesional penelusuran, Anda benar-benar akan membawa pulang wawasan yang dapat diterapkan dan ditindaklanjuti dan itu saja sepadan dengan bobotnya,” kata dia.

Acara ini akan dihadiri oleh lebih dari 30 pembicara dari perusahaan ternama dan komunitas SEO di seluruh dunia. Sebut saja Jon Earnshaw, Lukasz Zelezny, Eric Siu, Kaitlyn Blosser, Martin Splitt, dan Iona Carina.

Link Berita : https://www.viva.co.id/digital/digilife/1353052-dapat-ilmu-baru-dari-seo