Skip to content Skip to left sidebar Skip to footer

Tag: kita

Menjual Rumah dan Tanah

Dari Said bin Huraits -radliyallahu anhu- berkata, Rasulullah -shallallahu alaihi wa sallam- bersabda:

( مَنْ بَاعَ دَارًا أَوْ عَقَارًا فَلَمْ يَجْعَلْ ثَمَنَهَا فِي مِثْلِهِ كَانَ قَمِنًا أَنْ لَا يُبَارَكَ لَهُ فِيهِ )

“Barang siapa menjual rumah atau tanah, kemudian tidak menggunakan hasil penjualannya itu untuk membeli yang sejenisnya, maka dia tak layak mendapatkan berkah padanya” (HR. Ahmad, hadits hasan).

Aslinya, bumi itu dicipta oleh Allah -taala, diberkahi dan ditentukan padanya makanan-makanan bagi penghuninya (QS. Fushilat: 10). Karena itulah, menurut Abu Jafar al Thahawi -rahimahullah, orang yang menjual tanah berarti menjual apa yang diberkahi oleh Allah. Bila hasil penjualan itu dirupakan selain tanah, maka berarti mengganti sesuatu yang diberkahi dengan yang tidak diberkahi.

Menurut Abdullah Ibrahim al Lahiidan, Guru Besar Fakultas Dakwah Jamiah al Imam, bahwa fiqih merupakan bekal bagi muslim dalam berinteraksi dengan harta dan bisnis. Fiqih yang dimaksud bukan hanya fiqih hukum yang berbicara tentang halal-haram, tapi juga fiqih tentang sunnatullah dalam untung-rugi, dan fiqih tentang pengalaman masa lalu.

Hadits yang diriwayatkan oleh Said bin Huraits di atas bicara tentang fiqih-fiqih itu. Al Qursyi -rahimahullah- menulis dalam Al Kharaj bahwa Usman bin Madhun -radliyallahu anhu- berkata, “Aku dapati apa yang diucapkan oleh Ahli Kitab bahwa dalam Taurat tertulis ‘barang siapa menjual tanah dan tidak menjadikan hasil penjualan itu untuk membeli yang semisalnya, maka dia tak diberkahi.

Fiqih sunnatullah dalam untung-rugi, dijelaskan oleh Mula Ali al Qari -rahimahullah, yang berpendapat bahwa tidak dianjurkan menjual tanah atau rumah yang kemudian hasil penjualannya digunakan untuk membeli barang bergerak. Karena barang tak bergerak (tanah, rumah) memiliki banyak manfaat dan kecil risiko, kecil kemungkinan dicuri atau dirampas orang, berbeda dengan barang bergerak. Karenanya, lebih baik bila (tanah, rumah) tak dijual. Seandainya dijual lebih baik hasil penjualannya dirupakan yang semisalnya.

Adapun hukum yang dikandung, bahwa hadits ini tidak menunjukkan haramnya menjual tanah dan rumah, tapi berisi targhib (motivasi, dorongan) untuk mengelola tanah dan menjadikannya produktif. Hukum menjual tanah atau rumah ini berbeda-beda menurut situasi dan kondisi yang melatarinya.

Bagi yang memiliki tanah lebih atau rumah lebih dari yang dibutuhkan untuk diri dan keluarganya, tak mengapa menjualnya, demikian pula bila hasil penjualan itu digunakan untuk membeli yang sejenis.

Tetapi, bila seseorang sangat membutuhkan rumah atau tanah, kemudian ia menjual satu-satunya rumah yang ia butuhkan, tapi tidak menggunakan hasil penjualan itu untuk membeli yang sejenis, maka tak diberkahi.

Dan bila ia menjualnya untuk melunasi tanggungan hutangnya, maka yang demikian dibolehkan dan tidak termasuk dalam pengertian hadits di atas.

Dalam shahih Al Bukhari diriwayatkan bahwa Zubair bin Awwam -radliyallahu anhu- memiliki tanggungan hutang yang besar, disamping properti yang dimilikinya juga banyak. Saat beliau wafat, sebagian rumah dan tanahnya dijual untuk melunasi hutang dan tanggungannya.
Wallahu a`lam bisshawab

Ustadz Ahmad Djalaluddin
http://tazkiyatuna.com

Siapa Yang Mensholati Saya?

Hari Senin, 29 Juli 2019, usai memberikan training untuk para pimpinan Pancaran Group, saya mendapat kabar teman kuliah saya di IPB, Tina Paramita meninggal dunia. Saya langsung meluncur ke rumah duka di Bojong Kulur Bogor.

Pukul 19.07 saya tiba di rumah duka, namun saya sudah terlambat. Jenazah sudah dibawa ke Bandung untuk dimakamkan di sana.

Mungkin Anda tidak mengenal Tina Paramita, tetapi perlu Anda tahu bahwa yang mensholatkan sahabat saya ini adalah para tokoh kebaikan, salah satunya adalah Prof. Didin Hafiduddin, yang rumahnya 2 jam perjalanan ke rumah duka.

Selain Tina Paramita wanita solehah, suami beliau Dudi Iskandar juga orang yang soleh dan tawadhu. Meski jabatan Kang Dudi adalah salah satu direktur di BPPT, ia tetap hidup bersahaja.

Tina, disholatkan di dua tempat, Bogor dan Bandung. Selalu ramai orang yang ikut mensholatkan. Itulah salah satu nikmat orang yang meninggal.

Di dalam perjalanan pulang ke rumah, saya bertanya pada diri sendiri “Andai saya meninggal nanti, siapa yang akan mensholati saya? Siapa yang akan berada disisi saya, membimbing mengucapkan kalimat “Laa illaha illallahu?”

Siapakah yang akan mengantarkan saya ke kuburan? Siapakah yang mendoakan saya agar terhindar dari azab kubur? Siapakah yang menguatkan orang-orang yang saya tinggalkan?.

Makhluk hidup itu berkumpul dengan yang memiliki sifat dan karakter yang sama. Kambing berkumpul dengan kambing, ayam berkumpul dengan ayam. Serigala berkumpul dengan serigala, buaya berkumpul dengan buaya.

Orang baik berkumpul dengan orang baik. Maka saat saya kelak saat meninggal ingin disholati oleh banyak orang baik, saya perlu banyak berbuat baik dan bergaul serta bersahabat dengan orang baik. Semoga saya bisa.

Ya Allah, siapakah kelak yang mensholati saya? Mengkafani saya? Memandikan saya? Mendoakan saya? Dan menemani saya diujung kematian saya? Semoga banyak orang baik yang dengan tulus melakukannya untuk saya.

Terima kasih Tina Paramita atas kebaikan dan keteladanmu selama ini. Saya menjadi saksi bahwa kamu orang baik dan sangat layak berada di tempat yang baik, surga terbaik.

Salam SuksesMulia

Ngobrol Yang Menentramkan Hati

Beberapa waktu yang lalu saya mengalami kejenuhan yang luar biasa, ditambah gelisah dan munculnya emosi-emosi negatif yang sangat menguras energi. Kesibukan dan rutinitas yang bertambah membuat hati semakin gundah.

Saya pun menyadari, bila hal ini berlangsung lama maka bisa merusak banyak hal, ibarat mesin sudah sangat panas, bila tidak didinginkan bisa terbakar.

Solusi yang murah, mudah dan jitu untuk hal tersebut di atas bagi saya adalah NGOBROL.

Pertama, saya ngobrol pada diri sendiri. “Jamil, kehidupan seperti inikah yang kamu harapkan? Adakah cara lain yang bisa kamu lakukan untuk meningkatkan kualitas hidupmu? Bagaimana kamu bisa meningkatkan kualitas komunikasimu dengan istri dan anakmu? Apa hal-hal yang patut kamu syukuri dalam hidupmu? Dan obrolan panjang pun berlangsung lama meski hanya imajiner.

Kedua, saya ngobrol dengan istri. Habisnya tiket pesawat ke Jogja membuat saya memutuskan untuk membawa kendaraan sendiri karena pentingnya acara di Sentolo Jogja. Saya perlu menemui 34 future leader (santri) Tahfizh Leadership yang sedang belajar properti dengan ahlinya

Sepanjang 10 jam perjalanan ke Jogja membuat saya leluasa bisa ngobrol dengan istri saya. Obrolan mendalam dengan istri di lanjutkan di Jakarta. Hati menjadi lapang, gundah gulana entah pergi kemana.

Dan puncak obrolan ternikmat adalah saat saya ngobrol atau mengadu kepada Allah. Saya adukan berbagai permasalahan yang saya hadapi dengan penuh penghayatan, penuh kesungguhan disertai permohonan agar Allah swt menolong, membantu dan membimbing saya.

Ajaib, setelah sering ngobrol dengan Allah swt diberbagai waktu dan tempat yang berbeda ternyata banyak hal yang tuntas dengan sendirinya. Solusinya tanpa diduga, tanpa disangka datang dari berbagai penjuru.

Nikmat Tuhanmu manakah yang engkau dustakan?

Ya, ngobrol dengan diri sendiri, ngobrol dengan istri dan ngobrol dengan yang menguasai hati (Allah swt) itu menentramkan hati dan menghadirkan banyak solusi.

Cobalah, karena hanya yang melakukan yang bisa merasakan.

Salam SuksesMulia

Jamil Azzaini

Mau Menjadi Inovatif?

Di era distruptif saat ini ada dua pilihan: inovatif atau mati. Orang yang sudah hidup di atas rata-rata pun perlu semakin inovatif apalagi yang rata-rata dan di bawah rata-rata. Begitu pula perusahaan besar yang tidak inovatif bersiap keluar dari kompetisi atau gulung tikar. Clayton Cristensen, seorang pakar bisnis dari Harvard menyatakan “perusahaan yang sering tersandung dalam era distruptive justeru perusahaan yang sudah mapan. Mereka gagal berinovasi secara cepat.”

Kabar baiknya, kemampuan inovatif ternyata bisa dilatih dan dikembangkan. Menurut penelitian Insead Business School, ada lima keahlian yang perlu dilatih agar seseorang menjadi inovatif. Pertama, associating.Berlatihlah untuk menghubungkan titik-titik yang terpisah menjadi satu ide yang inovatif. Steve Jobs mengatakan “connecting dot” hidup itu menghubungkan satu titik dengan titik lainnya. Sesuatu yang semula terlihat berdiri sendiri namun bisa dipadukan menjadi satu kekuatan yang dahsyat.

Kedua, observing. Biasakan untuk melakukan pengamatan secara mendalam dan intensif terhadap sekitar. Nadiem Makarim mengamati trend teknologi dan kebutuhan masyarakat sekitar menghasilkan aplikasi Go-jek yang sangat fenomenal dan mampu memudahkan persoalan yang dihadapi orang.

Ketiga, experimenting. Berlatihlah untuk terus melakukan uji coba, tidak perlu takut gagal. Bila ternyata belum berhasil coba lagi. Mencoba hal-hal yang baru itu menantang dan mengasyikkan. Uji coba yang gagal itu memberikan pengalaman berharga yang sangat sulit ditemukan dibangku kuliah.

Keempat, questioning. Banyaklah bertanya saat melakukan obeservasi dan uji coba. Orang yang banyak bertanya dan tidak malu bertanya akan lebih kreatif dibandingkan orang yang enggan bertanya. Ajukan pertanyaan-pertanyaan yang powerfull maka hal-hal baru akan banyak bermunculan. Rasa ingin tahu dan kritis terhadap satu hal akan mengasah daya inovasi kita.

Kelima, networking. Bersosialisasilah dengan banyak orang yang beragam latar belakang dan profesinya. Diskusi-diskusi ringan dan non formal akan mengundang ide-ide baru yang semula belum terpikirkan. Jangan menjadi orang yang “kuper” alias kurang pergaulan. Perluas terus jejaring Anda.

Mau semakin inovatif? Coba praktekkan secara kontinyu lima hal tersebut di atas.

Salam SuksesMulia

Jamil Azzaini
CEO Kubik Leadership
Founder Akademi Trainer
Inspirator SuksesMulia

Ketika sibuk mencari nafkah

Ketika sibuk mencari nafkah, hindari mengeluh.
Itu hanya mengurangi keberkahan rezeki dan mengundang murka Pemberi Rezeki.
Bayangkan Anda diberi kue oleh seseorang, tapi Anda berkeluh-kesah tiada henti tentang kue tadi.
Tentu saja, si pemberi kue itu sakit hati. Apa mungkin kue Anda ditambahi? Mana mungkin ini terjadi!
Lagi pula, mengeluh juga melemahkan otak dan tubuh. Jadinya gampang sakit. Tak cukup sampai di situ, si pengeluh juga mengusir orang yang baik-baik (karena muak mendengar keluhannya) dan menghimpun orang yang jelek-jelek (si pengeluh lainnya, katanya sih curhat). Parahnya lagi, apa yang Anda keluhkan malah semakin menjadi-jadi. Memburuk.
Ingat, sibuk beraktivitas adalah fitrahnya manusia. Maka dari itu, syukuri perniagaanmu. Syukuri pekerjaanmu. Syukuri kegiatanmu.
Sekiranya Nabi Adam tidak mengambil buah khuldi, apa yang akan terjadi?
Masihkah ia, istrinya, dan seluruh keturunannya tetap menghuni surga? Nggak juga.
Cepat atau lambat, ia akan take off dari surga dan landing di bumi.
Dari berbagai ayat kita mengetahui bahwa Nabi Adam akan berdinas di bumi sebagai khalifah. Sibuk beraktivitas. Sebagai pemimpin. Sebagai pemakmur.
Perhatikan baik-baik.
Sewaktu berdiam di surga, Adam tidak beroleh gelar khalifah.
Namun sewaktu menjalani aktivitas dan rutinitas di bumi, barulah ia beroleh gelar khalifah.
Memang, hidup di bumi itu penuh perjuangan. Yah begitulah fitrah manusia selagi ia masih hidup. Berikhtiar. Berjuang.
Ibaratnya kapal, memang aman dan nyaman saat diam bersandar di dermaga, tapi BUKAN untuk itu kapal dibuat.
Sebuah kapal sejati dirancang untuk membelah ombak bahkan menerjang badai.
Berikhtiar. Berjuang. Right?
Sekali lagi, syukuri perniagaanmu. Syukuri pekerjaanmu. Syukuri kegiatanmu. Kalau boleh, sampaikan tulisan ini kepada tim Anda dan keluarga Anda. Niatkan untuk mengingatkan mereka.
Di Surah Ar-Rahman, kalimat ‘nikmat Tuhan manakah yang engkau dustakan’ diulang sampai 31 kali. Kenapa diulang berkali-kali? Ini seruan kepada manusia untuk mensyukuri nikmat-nikmat-Nya. Janganlah mendustakan. Ini menurut Syaikh Amru Khalid.
Menurut Islamist As-Suyuthi , pengulangan itu untuk memantapkan pemahaman manusia tentang bersyukur.
Wong sudah diulang 31 kali saja, kita masih mengeluh, apalagi kalau nggak diulang? Akhirnya, bersyukurlah. Semoga hidup kita semakin berkah berlimpah.

Filosofi rollercoaster dan bangku taman

Setiap orang pasti diuji dengan musibah. Karena dunia adalah negeri ujian (darul bala), sedangkan akhirat adalah negeri balasan (darul jaza). Bahkan pada satu titik tertentu, kita terkadang tidak tahu lagi harus bagaimana menghadapi musibah tersebut.

Jika apa yang sedang kita hadapi itu sudah demikian kalut, maka ingatlah prinsip rollercoaster berikut ini. Bayangkan ada sebuah taman yang asri dan indah. Di tengah-tengah taman nan elok itu terdapat sebuah bangku bagi mereka yang hendak duduk menikmati hijaunya taman.

Sedangkan di taman itu juga ada wahana rollercoaster yang sangat menegangkan. Apabila kita duduk di atas bangku rollercoaster dapatkah kita menyaksikan keindahan taman? Tentu saja tidak, karena dengan kecepatan laju hingga 360 km/jam yang ada hanya kalut, ngeri, dan menegangkan.

Dalam perumpamaan di atas, rollercoaster adalah masalah yang kita hadapi. Sedangkan taman adalah solusinya. Jika kita terus saja duduk di bangku rollercoaster, (dalam arti terus saja memikirkan masalah), maka tak mungkin kita bisa melihat taman. Artinya, tak mungkin melihat solusi.

Agar solusi bisa kelihatan, maka kita harus duduk di bangku taman, bukan di bangku rollercoaster. Artinya, kita harus tenang, damai, dan yakin sepenuhnya kepada Allah.

Demikianlah, ternyata pertolongan Allah hadir setelah adanya ketenangan (sakinah). Filosofi rollercoaster ini yang diajarkan guru kita, Ustaz Nasrullah, dalam buku beliau Rahasia Magnet Rezeki.

Bahwa ketenangan adalah awal dari pertolongan Allah bersumber dari kisah Rasulullah dan Sahabat Abu Bakar saat bersembunyi di gua Tsur dalam perjalanan hijrah.

Sahabat Abu Bakar begitu kalut dengan situasi itu, khawatir para pengejar akan mengetahui keberadaan mereka. Namun solusi Rasulullah begitu sederhana, yaitu tenangkan hati dan yakin bahwa Allah bersama mereka. Kisah ini diabadikan Al-Quran dalam Surat At-Taubah ayat 40,

إِذْ أَخْرَجَهُ الَّذِينَ كَفَرُوا ثَانِيَ اثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِي الْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا ۖ فَأَنْزَلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ عَلَيْهِ وَأَيَّدَهُ بِجُنُودٍ لَمْ تَرَوْهَا

Ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengusirnya sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada sahabatnya, “Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita.” Maka Allah menurunkan sakinah (ketenangan) kepadanya dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya.

Pada akhirnya, Rasulullah dan Sahabat Abu Bakar tiba di Madinah dengan selamat. Alangkah besarnya pelajaran yang dapat kita petik dari ayat di atas. Ternyata solusi dari permasalahan kita adalah keluar dari bangku rollercoaster dan duduklah di bangku taman dengan sakinah. Sesederhana itu.

Salam Hijrah.
:alarm_clock: Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!

Adakah orang di rumah Anda yang tidak terpengaruhi oleh internet?

Adakah orang di rumah Anda yang tidak terpengaruhi oleh internet? Kemungkinan Anda akan menjawab, “Hampir-hampir tidak ada.” Saat ini, internet sudah menjadi bagian yang tak terlepaskan dari masyarakat perkotaan (urban society).

Bukan saja dalam pembelian barang, melainkan juga dalam komparasi harga. Dan hal ini saya tekankan pada mitra-mitra saya dalam setiap training. Ya, saya rutin memberikan training kepada mereka, bukan saja soal motivasi tapi juga soal teknis.

Walaupun seorang konsumen tengah berada dan belanja di swalayan, namun tetap saja dia meng-kroscek harga barang sejenis di internet. Diam-diam, dia googling. Cek harga di marketplace. Kalau harga barang di swalayan itu dirasa wajar, barulah dia beli. Kalau dianggap tidak wajar, dia hold dulu.

Ketika konsumen semakin lama menghabiskan waktunya bersama handphone dan internet, terus kita masih saja fokus memasang spanduk dan menyebar flyer, menurut saya itu BUKAN keputusan yang cerdas.

Jujur saja, selama ini saya mengajarkan mitra-mitra saya untuk benar-benar mahir ber-marketing-ria di socmed dan WA. Boleh-boleh saja kita cetak spanduk dan flyer, namun fokus utama kita adalah bagaimana menawarkan di Instagram dan Facebook, dua tongkrongan andalan netizen saat ini.

Harus diakui, Facebook adalah socmed terbesar saat ini, baik di Indonesia maupun di dunia. Adapun saya pribadi lebih menyukai Instagram ketimbang Facebook, apalagi fakta menunjukkan pengguna IG lebih berdaya beli ketimbang pengguna FB. Ini bukan soal selera, tapi soal realita.

Beberapa hari yang lalu, di forum ini saya sudah berbagi tips bisnis untuk pemula. Seorang pemula disarankan untuk menjual dan menjualkan terlebih dahulu. Jangan malah menghabiskan uang dan energi untuk mengurusi produksi, ruko (kantor), dan SDM. Itu tips bisnis dari saya untuk pemula.

Kenapa? Mengurusi produksi, ruko, dan SDM, ini pekerjaan yang kompleks sekali. Selain itu, juga menghabiskan biaya. Boleh dibilang, relatif berat bagi seorang pemula. Nah, kalau menawarkan lewat socmed dan WA, ini akan jauh lebih ringan.

Bayangkan, akhir-akhir ini, sekitar 90 persen orang Indonesia memiliki ponsel. Bahkan 1 orang bisa punya 2 ponsel. Dan hampir semua ponsel tersebut berbentuk smartphone. Ini menurut analis-analis. Itu artinya, masyarakat (baca: prospek) semakin familier dengan Instagram dan Facebook, juga WA.

Perlu diketahui, Indonesia juga merupakan 1 dari 12 negara di dunia yang penggunaan smartphone-nya lebih tinggi daripada penggunaan komputer. Melalui smartphone, masyarakat memanfaatkan fasilitas WA dan Telegram, di samping fasilitas socmed seperti Instagram dan Facebook.

Saya tahu Anda aktif di akun IG dan FB Anda. Tapi sepengalaman saya, untuk tujuan bisnis, aktif saja tidak cukup. Anda harus belajar (baiknya dibimbing) soal marketing di IG, FB, dan WA. Sekali lagi, aktif saja sama sekali tidak cukup.

Pada akhirnya percayalah, promosi-promosi tradisional (spanduk, flyer, ruko, bazaar, pameran, dan sejenisnya) pelan-pelan mulai ditinggalkan, terutama di kategori-kategori tertentu. Ada baiknya kita mulai melek dengan promosi-promosi berbasis internet. Saya harap Anda siap. Benar-benar siap.

Bisnis yang praktis itu seperti apa?

Kemarin saya ngumpul bareng partner-partner. Ada Kak Diaz dari Jakarta, Kak Marida dari Bogor, Mbak Malina dari Yogya, dan Teh Teni dari Sukabumi. Ramai dan seru, alhamdulillah. Kami saling belajar satu sama lain. Kalau boleh, di sini saya akan share sedikit percakapan kami semalam. Tentang bisnis yang praktis. Ternyata ada ciri-cirinya.

Namanya bisnis tidak harus produksi sendiri. No production, istilahnya. Saran saya, “Fokus saja pada penjualan. Karena, untuk menjalankan proses produksi yang efisien dan menguntungkan perlu modal dan pengalaman yang lumayan. Kalau pemula? Biasanya belum sanggup.”

Setelah no production, terus apa lagi? No operational. Jangan sampai waktu kita tersita di operasional. Sekali lagi, fokus saja pada penjualan. Ini akan berdampak langsung pada penghasilan (income). Dan jangan pula setiap bulan kita harus membayar gaji karyawan, sewa tempat, dan listrik-air. Iya kalau laris. Kalau nggak laris, gimana cara membayarnya?

Kemudian, saya menyarankan barang yang delivery-able. Ringan di ongkir, tidak terkendala di berat dan size. Jangan pula yang mudah pecah. Sebaiknya pilih produk yang kecil ukurannya tapi nilai jualnya tinggi. Syukur-syukur mudah disimpan, nggak nyita space.

Gimana dengan kualitas? High quality, saran saya. Pastikan kualitasnya nilai 8 atau 9, sehingga manfaat dan khasiatnya berbicara dengan sendiri. Konsumen pun, tanpa diminta, akan memberikan testimoni. Bisa viral, bisa nyebar. Ya, memang lebih baik kalau konsumen yang berbicara ketimbang penjual.

High repetition adalah saran saya yang berikutnya. Cari produk yang harus dibeli ulang oleh konsumen dalam mingguan atau bulanan. Ini akan membantu kita dalam hal cahsflow. Ingat, mencari-cari konsumen baru mengharuskan cost 6 kali lebih tinggi. Adalah menyenangkan kalau konsumen yang ada repeat order dengan sendirinya, mingguan atau bulanan.

Terakhir, high Margin. Minimal marginnya 25%. Itu minimal. Bukan karena kita kemaruk. Bukan. Justru kita ingin bagi-bagi keuntungan kepada reseller, dropship, dll. Kalau margin hanya 10%, gimana bagi-baginya? Rada repot.

Inilah ciri-ciri bisnis yang praktis. Dan insya Allah sangat bermanfaat buat pemula.

By Ippho Santosa

Rencana Allah SWT Pasti Yang Terbaik

Saya mendapat kiriman tulisan inspiratif di bawah ini dari sahabat saya. Entah siapa yang menulisnya, saya hanya mengedit beberapa kata. Menyentuh dan menyadarkan. Layak untuk dibaca, selamat menikmati.

Ada seorang tukang tahu, detiap hari ia menjual dagangannya ke pasar. Untuk sampai ke pasar, ia harus naik kendaraan umum (angkot) langganannya.

Dan untuk sampai ke jalan raya, ia harus melewati pematang sawah.

Setiap pagi ia selalu berdoa kepada Allah swt agar dagangannya laris.

Begitulah setiap hari, sebelum berangkat, ia selalu berdoa terlebih dahulu dan pulang sore hari. Dagangannya selalu laris manis.

Suatu hari, ketika ia melewati sawah menuju jalan raya untuk naik angkot langganannya, entah kenapa tiba-tiba ia terpeleset tercebur ke sawah.
Semua dagangannya jatuh ke sawah, rusak dan hancur berantakan! Jangankan untung, modal pun buntung!
Mengeluh ia kepada Allah, bahkan “menyalahkan” Allah, mengapa ia diberi cobaan seperti ini? Padahal ia selalu berdoa setiap pagi.

Akhirnya ia pun pulang tidak jadi berdagang.

Tapi dua jam kemudian ia mendengar kabar, bahwa angkot langganannya yg setiap hari ia naiki, pagi itu jatuh ke dalam jurang. Semua penumpangnya tewas! Hanya ia satu2nya calon penumpang yg selamat, “gara- gara” tahu nya jatuh ke sawah, sehingga ia tidak jadi berdagang dan membawa pulang tahu-tahunya yg sdh rusak tadi.

Sore harinya, ada seorang peternak bebek mencari dia dan hendak membeli tahu untuk makanan bebek, namun anehnya peternak bebek itu mencari tahu yg rusak/hancur karena hanya untuk campuran makann bebek saja. Spontan bapak itu menangis bahagia karena tahunya yg rusak dibeli semua oleh peternak bebek itu..

Ternyata, doa tidak harus dikabulkan sesuai permintaan, tapi terkadang diganti oleh Allah swt dengan sesuatu yg jauh lebih baik daripada yg diminta.

Allah Maha Tahu kebutuhan kita, dibandingkan diri kita sendiri.

Karena itu, janganlah jemu berdoa, juga jangan menggerutu, apalagi mengutuk!
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu
padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang manusia tidak mengetahui” (Q.S Al Baqarah: 216).

Jika Allah menjawab doamu, Ia sedang menambahkan imanmu. Jika Ia menundanya, Ia sedang menambahkan kesabaranmu. Jika Ia tidak menjawab doamu, Ia sedang mempersiapkan yang terbaik untukmu.

Demikian tulisan yang dikirim oleh sahabat saya, semoga penulis aslinya mendapat kiriman kebaikan dari menyebarnya tulisan ini.

Salam SuksesMulia

Jamil Azzaini

Hati-hati dengan orang ini

Ada orang, yang selalu ingin membuatmu Gagal.

Dia selalu mengecilkan ide ide besarmu, dia selalu meragukan kemampuan hebatmu, dia selalu menghalangimu dari Sukses besarmu.

Ciri ciri orang ini…. eh tapi sebentar. Sebelum saya melanjutkan, ini bukan menggosipkan orang lain lho ya…..
Sebelum saya cerita tentang siapa orang ini,…
Dulu sekali, ada seseorang yang Memulai usaha diusia 65 Tahun, sama sekali tidak muda lagi, setelah kecewa dengan keadaannya setelah pensiun yang hanya mendapatkan tunjangan $105 yang jauh dari Gajinya sewaktu masih aktif bekerja.
ia Kolonel Sanders memilih untuk berusaha keras membangun masa depannya dengan keliling menawarkan resep ayam buatannya.  Mulailah perjuangannya mengetuk pintu resetoran satu per satu, dan menghabiskan sebagian besar waktunya di mobil dan mendapatkan sangat banyak sekali penolakan. Tahukah berapa kali penolakan yang diterimanya? 1009 kali.! Tapi ia terus percaya akan mimpi besar nya dan tidak mau mengalah dengan keadaan,hingga akhirnya ada yang menerimanya dan  jadilah perusahaan besar KFC yang seperti sekarang yang kita kenal.
Dulu juga, ada seseorang namanya Walt Disney yang mengalami penolakan 302 kali untuk proposalnya kepada investor untuk mendirikan sebuah taman wisata yang dinamai seperti namanya (Disney Land) yang didalamnya ada karakter Tikus (mickey), bebek (donald), white snow (putri salju) dan karakter lain. beberapa dari investor bahkan meremehkan ide “gila” nya ini. Tapi Disney tidak berputus asa dan terus melanjutkan mimpinya sehingga sekarang kita mengenal  perusahaan2 besar seperti Disney land, disney picture hingga Disney park n resort.
Ada juga nama besar seperti JK Roling yang ditolak 12 penerbit sebelum akhirnya buku harry Poter di kenal luas dan menjadi orang kaya raya.
Hidup mereka penuh penolakan

Coba perhatikan, Ketika kita mempunyai ide untuk memulai sesuatu yang kita anggap bagus dan akan menjadi hebat suatu saat nanti,

pernahkah muncul di kepala kita pertanyaan:

Apa yang akan dikatakan orang lain? Apa yang orang lain fikir? Apakah saya terlihat bagus? Apakah orang akan menolak saya? Bagaimana kalau saya gagal?

Jika fikiran2 ini ada didalam benak kita, maka kita adalah Korban dari opini Orang lain. Memiliki Sifat yang selalu mengharapkan terlihat bagus dihadapan orang lain, sifat yang selalu memohon persetujuan dari orang lain atas apa yang akan kita lakukan adalah alasan utama kegagalan seseorang dalam hidup, bisnis atau karirnya.
Karena tidak banyak orang di dunia ini yang benar2 tertarik dengan kehidupan mu, bukan karena orang2 lain jahat, tapi kebanyakan orang memiliki daftar keinginan mereka masing2, dan keinginanmu menjadi nomor ke sekian dalam daftar mereka
Maka jika ingin sukses, Sifat selalu membutuhkan persetujuan dari banyak orang sebaiknya dibuang saja jauh2, jangan khawatir akan ditolak,di olok-olok atau orang akan menertawakanmu, lakukan saja apa yang kamu harus lakukan meskipun orang mengatakan ide kamu Gila dan tidak mungkin untuk bisa dilakukan, seperti nama nama besar yang saya sebutkan pada cerita diatas.

Jangan khawatir nanti akan gagal, saya jamin. Anda pasti akan Gagal beneran kok.

Jangan khawatir nanti akan ditolak. Pasti akan di tolak kok.

Karena tidak ada ide besar yang langsung diterima orang. Namanya aja ide besar, kalau ide nya biasa nah itu mudah diterima orang.. biasa… masuk akal.

Jika kita serius untuk menjadi enterpreneur yang sukses, maka milikilah keberanian untuk mengikuti kata hatimu dan abaikan semua opini orang yang tidak ingin dirimu sukses. Dengarkan semua orang, tapi ikutilah kata hatimu.

Semangat pagi semuanya.

Dari kota Palembang.
FJS