Skip to content Skip to left sidebar Skip to footer

Motifasi

Mentor Bisnis

Kalau Anda ingin pergi ke suatu destinasi dan Anda belum pernah sampai di destinasi tersebut, ada baiknya Anda didampingi oleh tour guide atau sejenisnya. Dengan adanya tour guide, resmi atau tidak resmi, kemungkinan besar Anda bisa mencapai destinasi itu dalam waktu yang lebih cepat.

Bukan itu saja, Anda pun akan diberitahu spot-spot terbaik (terindah) di destinasi tersebut. Misalnya pekan lalu, ketika saya berada di Cameron Highland bersama partner-partner, kami dijamu dan dipandu oleh pengusaha hebat Coach Nick bersama tim. Alhamdulillah, perjalanan yang sangat menyenangkan dan sangat berkesan.

Dalam bisnis, ini juga terjadi. Namanya mentor. Dia adalah sumber ilmu.

Masih soal mentor. Di seminar-seminar sering saya sampaikan bahwa Nabi Muhammad saja punya mentor. Ini beneran. Untuk urusan bisnis, yang menjadi mentor adalah pamannya. Untuk urusan agama, yang menjadi mentor adalah Malaikat Jibril.

Boleh dibilang, mentor adalah pihak yang bisa membimbing kita menuju impian kita, karena dia lebih dahulu mencapainya dan dia bisa mengajarkan cara-cara untuk mencapainya. Hm, apakah ini penting? Bukan saja penting, tapi sangat penting!

Ada orang yang bisa mencapai, namun tidak bisa mengajarkan. Sebaliknya, ada orang yang bisa mengajarkan, namun belum pernah mencapai. Ini dua hal yang berbeda. Dan kedua-duanya perlu. Kalau cuma salah satu, yah kurang optimal proses mentoring-nya.

Sekiranya kita harus mengorbankan waktu dan uang demi mendekati sang mentor, yah keluarkan saja. Saya pun begitu, dari dulu sampai sekarang. Hasil akhirnya, malah menghemat waktu dan uang saya. Karena saya tahu persis, coba-coba sendiri jauh lebih lama dan jauh lebih mahal.

Pada akhirnya, belajarlah. Cari ilmu. Cari mentor. Dengan menerapkan ilmu dari seorang mentor yang ahli dan bijak, mudah-mudahan nasib kita akan lebih baik. Ya, lebih baik. Sekian dari saya, Ippho Santosa.

Penjual Pemula

Sekiranya kita pemula ada baiknya memilih produk dengan ciri-ciri berikut:

High margin. Bukannya kita serakah. Tapi dengan adanya margin yang lumayan, kita bisa berbagi keuntungan dengan reseller dan agent. Kalau margin mepet, gimana mau bagi-bagi?

Easy to keep and deliver. Mudah disimpan, mudah dikirim. Jangan sampai nyita space ketika disimpan. Jangan sampai terbebani ongkir ketika dikirim. Bukan apa-apa, sebagai pemula, biasanya kita belum punya gudang dan armada.

Repeat order. Keberlangsungan sebuah bisnis sangat ditentukan oleh repeat order. So, pilih produk yang tinggi repeat ordernya. Setiap minggu atau setiap bulan, konsumen beli terus. Jangan sampai hari-hari kita cari-cari konsumen baru terus. Ini sangat melelahkan dan costly.

Mentor. Seberapa besar peran seorang pembimbing (mentor)? Sangat besar pastinya. Karena dia lebih ahli dan lebih pengalaman daripada kita, sehingga dia bisa bantu mengarahkan strategi-strategi bisnis kita.

Endorsement. Kita mungkin tidak peduli soal artis dan tokoh-tokoh terkenal. Tapi konsumen awam biasanya peduli. Ada baiknya produk kita di-endorse oleh artis dan tokoh-tokoh terkenal sehingga lebih mudah untuk dijual dan berpotensi untuk viral.

Satisfying quality. Mutu yang memuaskan ini adalah keharusan. Saran saya, mutunya nilai 9. Kenapa? Karena ini akan menghemat biaya promosi, berhubung konsumen yang sukarela memberikan testimoni dan posting sendiri di mana-mana.

Nah, ini semua dirangkum dan diringkas oleh Wendi Abdillah (ahli hypno-selling) jadi HERMES:
– High margin
– Easy to keep and deliver
– Repeat order
– Mentor
– Endorsement
– Satisfying quality

Marketing yusuf

 

“قَالَ تَزْرَعُونَ سَبْعَ سِنِينَ دَأَبًا فَمَا حَصَدتُّمْ فَذَرُوهُ فِي سُنبُلِهِ إِلاَّ قَلِيلاً مِّمَّا تَأْكُلُونَ ثُمَّ يَأْتِي مِن بَعْدِ ذَلِكَ سَبْعٌ شِدَادٌ يَأْكُلْنَ مَا قَدَّمْتُمْ لَهُنَّ إِلاَّ قَلِيلاً مِّمَّا تُحْصِنُونَ ثُمَّ يَأْتِي مِن بَعْدِ ذَلِكَ عَامٌ فِيهِ يُغَاثُ النَّاسُ وَفِيهِ يَعْصِرُونَ ” يوسف 47- 49.

Dia (Yusuf) berkata, “Agar kamu bercocok tanam tujuh tahun (berturut-turut) sebagaimana biasa; kemudian apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan di tangkainya kecuali sedikit untuk kamu makan.
Kemudian setelah itu akan datang tujuh (tahun) yang sangat sulit, yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit), kecuali sedikit dari apa (bibit gandum) yang kamu simpan.
Setelah itu akan datang tahun, di mana manusia diberi hujan (dengan cukup) dan pada masa itu mereka memeras (anggur).”

Ayat ini bicara banyak hal. Produksi, konsumsi, saving, investasi, pertukaran, manajemen logistik, bahkan marketing, terangkum oleh ayat-ayat itu.

Secara eksplisit ada pesan untuk produksi gandum selama tujuh tahun. Proses produksi dilakukan seperti biasa, tak ada intensifikasi atau ekstensifikasi. Padahal, produksi satu tahun akan digunakan untuk konsumsi dua tahun (7 tahun untuk 14 tahun).

Kemudian dilakukan proses takhziin (penyimpanan dan penggudangan). Tersurat pada ayat ini manfaat formal dalam marketing yang terjadi dalam aktifitas produksi.

Secara implisit tersirat makna utilitas waktu (manfa’ah zamaniyah) yang terjadi dalam penyimpanan karena mereka akan mengkonsumsi hasil panen selama beberapa tahun ke depan.

Selanjutnya, surat Yusuf ayat 88 menyebutkan:

“فَلَمَّا دَخَلُواْ عَلَيْهِ قَالُواْ يَا أَيُّهَا الْعَزِيزُ مَسَّنَا وَأَهْلَنَا الضُّرُّ وَجِئْنَا بِبِضَاعَةٍ مُّزْجَاةٍ فَأَوْفِ لَنَا الْكَيْلَ وَتَصَدَّقْ عَلَيْنَا إِنَّ اللَّهَ يَجْزِي الْمُتَصَدِّقِينَ”.

Maka ketika mereka masuk ke (tempat) Yusuf, mereka berkata, “Wahai Al-Aziz! Kami dan keluarga kami telah ditimpa kesengsaraan dan kami datang membawa barang-barang yang tidak berharga, maka penuhilah jatah (gandum) untuk kami, dan bersedekahlah kepada kami. Sesungguhnya Allah memberi balasan kepada orang yang bersedekah.”

Tersurat pada ayat ini bahwa pengalihan kepemilikan barang dilakukan dengan cara barter, atau dengan standar harga tertentu.
Dan secara implisit menyiratkan manfaat kepemilikan. Ayat ini juga menyebutkan prinsip-prinsip moral dan sosial dalam transaksi jual beli. Dan secara khusus menyatakan pentingnya konsideran unsur kemanusiaan dalam mengambil keputusan untuk memberikan memberikan layanan terbaik.

“Marketing itu tidak berinteraksi dengan manusia sebagai konsumen, tapi dengan manusia yang memiliki ruh, hati, dan akal” (Kotler).

Wallahu a’lam bisshawab

http://tazkiyatuna.com

Siapa Yang Mensholati Saya?

Hari Senin, 29 Juli 2019, usai memberikan training untuk para pimpinan Pancaran Group, saya mendapat kabar teman kuliah saya di IPB, Tina Paramita meninggal dunia. Saya langsung meluncur ke rumah duka di Bojong Kulur Bogor.

Pukul 19.07 saya tiba di rumah duka, namun saya sudah terlambat. Jenazah sudah dibawa ke Bandung untuk dimakamkan di sana.

Mungkin Anda tidak mengenal Tina Paramita, tetapi perlu Anda tahu bahwa yang mensholatkan sahabat saya ini adalah para tokoh kebaikan, salah satunya adalah Prof. Didin Hafiduddin, yang rumahnya 2 jam perjalanan ke rumah duka.

Selain Tina Paramita wanita solehah, suami beliau Dudi Iskandar juga orang yang soleh dan tawadhu. Meski jabatan Kang Dudi adalah salah satu direktur di BPPT, ia tetap hidup bersahaja.

Tina, disholatkan di dua tempat, Bogor dan Bandung. Selalu ramai orang yang ikut mensholatkan. Itulah salah satu nikmat orang yang meninggal.

Di dalam perjalanan pulang ke rumah, saya bertanya pada diri sendiri “Andai saya meninggal nanti, siapa yang akan mensholati saya? Siapa yang akan berada disisi saya, membimbing mengucapkan kalimat “Laa illaha illallahu?”

Siapakah yang akan mengantarkan saya ke kuburan? Siapakah yang mendoakan saya agar terhindar dari azab kubur? Siapakah yang menguatkan orang-orang yang saya tinggalkan?.

Makhluk hidup itu berkumpul dengan yang memiliki sifat dan karakter yang sama. Kambing berkumpul dengan kambing, ayam berkumpul dengan ayam. Serigala berkumpul dengan serigala, buaya berkumpul dengan buaya.

Orang baik berkumpul dengan orang baik. Maka saat saya kelak saat meninggal ingin disholati oleh banyak orang baik, saya perlu banyak berbuat baik dan bergaul serta bersahabat dengan orang baik. Semoga saya bisa.

Ya Allah, siapakah kelak yang mensholati saya? Mengkafani saya? Memandikan saya? Mendoakan saya? Dan menemani saya diujung kematian saya? Semoga banyak orang baik yang dengan tulus melakukannya untuk saya.

Terima kasih Tina Paramita atas kebaikan dan keteladanmu selama ini. Saya menjadi saksi bahwa kamu orang baik dan sangat layak berada di tempat yang baik, surga terbaik.

Salam SuksesMulia

Mau Menjadi Inovatif?

Di era distruptif saat ini ada dua pilihan: inovatif atau mati. Orang yang sudah hidup di atas rata-rata pun perlu semakin inovatif apalagi yang rata-rata dan di bawah rata-rata. Begitu pula perusahaan besar yang tidak inovatif bersiap keluar dari kompetisi atau gulung tikar. Clayton Cristensen, seorang pakar bisnis dari Harvard menyatakan “perusahaan yang sering tersandung dalam era distruptive justeru perusahaan yang sudah mapan. Mereka gagal berinovasi secara cepat.”

Kabar baiknya, kemampuan inovatif ternyata bisa dilatih dan dikembangkan. Menurut penelitian Insead Business School, ada lima keahlian yang perlu dilatih agar seseorang menjadi inovatif. Pertama, associating.Berlatihlah untuk menghubungkan titik-titik yang terpisah menjadi satu ide yang inovatif. Steve Jobs mengatakan “connecting dot” hidup itu menghubungkan satu titik dengan titik lainnya. Sesuatu yang semula terlihat berdiri sendiri namun bisa dipadukan menjadi satu kekuatan yang dahsyat.

Kedua, observing. Biasakan untuk melakukan pengamatan secara mendalam dan intensif terhadap sekitar. Nadiem Makarim mengamati trend teknologi dan kebutuhan masyarakat sekitar menghasilkan aplikasi Go-jek yang sangat fenomenal dan mampu memudahkan persoalan yang dihadapi orang.

Ketiga, experimenting. Berlatihlah untuk terus melakukan uji coba, tidak perlu takut gagal. Bila ternyata belum berhasil coba lagi. Mencoba hal-hal yang baru itu menantang dan mengasyikkan. Uji coba yang gagal itu memberikan pengalaman berharga yang sangat sulit ditemukan dibangku kuliah.

Keempat, questioning. Banyaklah bertanya saat melakukan obeservasi dan uji coba. Orang yang banyak bertanya dan tidak malu bertanya akan lebih kreatif dibandingkan orang yang enggan bertanya. Ajukan pertanyaan-pertanyaan yang powerfull maka hal-hal baru akan banyak bermunculan. Rasa ingin tahu dan kritis terhadap satu hal akan mengasah daya inovasi kita.

Kelima, networking. Bersosialisasilah dengan banyak orang yang beragam latar belakang dan profesinya. Diskusi-diskusi ringan dan non formal akan mengundang ide-ide baru yang semula belum terpikirkan. Jangan menjadi orang yang “kuper” alias kurang pergaulan. Perluas terus jejaring Anda.

Mau semakin inovatif? Coba praktekkan secara kontinyu lima hal tersebut di atas.

Salam SuksesMulia

Jamil Azzaini
CEO Kubik Leadership
Founder Akademi Trainer
Inspirator SuksesMulia

Ketika sibuk mencari nafkah

Ketika sibuk mencari nafkah, hindari mengeluh.
Itu hanya mengurangi keberkahan rezeki dan mengundang murka Pemberi Rezeki.
Bayangkan Anda diberi kue oleh seseorang, tapi Anda berkeluh-kesah tiada henti tentang kue tadi.
Tentu saja, si pemberi kue itu sakit hati. Apa mungkin kue Anda ditambahi? Mana mungkin ini terjadi!
Lagi pula, mengeluh juga melemahkan otak dan tubuh. Jadinya gampang sakit. Tak cukup sampai di situ, si pengeluh juga mengusir orang yang baik-baik (karena muak mendengar keluhannya) dan menghimpun orang yang jelek-jelek (si pengeluh lainnya, katanya sih curhat). Parahnya lagi, apa yang Anda keluhkan malah semakin menjadi-jadi. Memburuk.
Ingat, sibuk beraktivitas adalah fitrahnya manusia. Maka dari itu, syukuri perniagaanmu. Syukuri pekerjaanmu. Syukuri kegiatanmu.
Sekiranya Nabi Adam tidak mengambil buah khuldi, apa yang akan terjadi?
Masihkah ia, istrinya, dan seluruh keturunannya tetap menghuni surga? Nggak juga.
Cepat atau lambat, ia akan take off dari surga dan landing di bumi.
Dari berbagai ayat kita mengetahui bahwa Nabi Adam akan berdinas di bumi sebagai khalifah. Sibuk beraktivitas. Sebagai pemimpin. Sebagai pemakmur.
Perhatikan baik-baik.
Sewaktu berdiam di surga, Adam tidak beroleh gelar khalifah.
Namun sewaktu menjalani aktivitas dan rutinitas di bumi, barulah ia beroleh gelar khalifah.
Memang, hidup di bumi itu penuh perjuangan. Yah begitulah fitrah manusia selagi ia masih hidup. Berikhtiar. Berjuang.
Ibaratnya kapal, memang aman dan nyaman saat diam bersandar di dermaga, tapi BUKAN untuk itu kapal dibuat.
Sebuah kapal sejati dirancang untuk membelah ombak bahkan menerjang badai.
Berikhtiar. Berjuang. Right?
Sekali lagi, syukuri perniagaanmu. Syukuri pekerjaanmu. Syukuri kegiatanmu. Kalau boleh, sampaikan tulisan ini kepada tim Anda dan keluarga Anda. Niatkan untuk mengingatkan mereka.
Di Surah Ar-Rahman, kalimat ‘nikmat Tuhan manakah yang engkau dustakan’ diulang sampai 31 kali. Kenapa diulang berkali-kali? Ini seruan kepada manusia untuk mensyukuri nikmat-nikmat-Nya. Janganlah mendustakan. Ini menurut Syaikh Amru Khalid.
Menurut Islamist As-Suyuthi , pengulangan itu untuk memantapkan pemahaman manusia tentang bersyukur.
Wong sudah diulang 31 kali saja, kita masih mengeluh, apalagi kalau nggak diulang? Akhirnya, bersyukurlah. Semoga hidup kita semakin berkah berlimpah.

Hati-hati dengan orang ini

Ada orang, yang selalu ingin membuatmu Gagal.

Dia selalu mengecilkan ide ide besarmu, dia selalu meragukan kemampuan hebatmu, dia selalu menghalangimu dari Sukses besarmu.

Ciri ciri orang ini…. eh tapi sebentar. Sebelum saya melanjutkan, ini bukan menggosipkan orang lain lho ya…..
Sebelum saya cerita tentang siapa orang ini,…
Dulu sekali, ada seseorang yang Memulai usaha diusia 65 Tahun, sama sekali tidak muda lagi, setelah kecewa dengan keadaannya setelah pensiun yang hanya mendapatkan tunjangan $105 yang jauh dari Gajinya sewaktu masih aktif bekerja.
ia Kolonel Sanders memilih untuk berusaha keras membangun masa depannya dengan keliling menawarkan resep ayam buatannya.  Mulailah perjuangannya mengetuk pintu resetoran satu per satu, dan menghabiskan sebagian besar waktunya di mobil dan mendapatkan sangat banyak sekali penolakan. Tahukah berapa kali penolakan yang diterimanya? 1009 kali.! Tapi ia terus percaya akan mimpi besar nya dan tidak mau mengalah dengan keadaan,hingga akhirnya ada yang menerimanya dan  jadilah perusahaan besar KFC yang seperti sekarang yang kita kenal.
Dulu juga, ada seseorang namanya Walt Disney yang mengalami penolakan 302 kali untuk proposalnya kepada investor untuk mendirikan sebuah taman wisata yang dinamai seperti namanya (Disney Land) yang didalamnya ada karakter Tikus (mickey), bebek (donald), white snow (putri salju) dan karakter lain. beberapa dari investor bahkan meremehkan ide “gila” nya ini. Tapi Disney tidak berputus asa dan terus melanjutkan mimpinya sehingga sekarang kita mengenal  perusahaan2 besar seperti Disney land, disney picture hingga Disney park n resort.
Ada juga nama besar seperti JK Roling yang ditolak 12 penerbit sebelum akhirnya buku harry Poter di kenal luas dan menjadi orang kaya raya.
Hidup mereka penuh penolakan

Coba perhatikan, Ketika kita mempunyai ide untuk memulai sesuatu yang kita anggap bagus dan akan menjadi hebat suatu saat nanti,

pernahkah muncul di kepala kita pertanyaan:

Apa yang akan dikatakan orang lain? Apa yang orang lain fikir? Apakah saya terlihat bagus? Apakah orang akan menolak saya? Bagaimana kalau saya gagal?

Jika fikiran2 ini ada didalam benak kita, maka kita adalah Korban dari opini Orang lain. Memiliki Sifat yang selalu mengharapkan terlihat bagus dihadapan orang lain, sifat yang selalu memohon persetujuan dari orang lain atas apa yang akan kita lakukan adalah alasan utama kegagalan seseorang dalam hidup, bisnis atau karirnya.
Karena tidak banyak orang di dunia ini yang benar2 tertarik dengan kehidupan mu, bukan karena orang2 lain jahat, tapi kebanyakan orang memiliki daftar keinginan mereka masing2, dan keinginanmu menjadi nomor ke sekian dalam daftar mereka
Maka jika ingin sukses, Sifat selalu membutuhkan persetujuan dari banyak orang sebaiknya dibuang saja jauh2, jangan khawatir akan ditolak,di olok-olok atau orang akan menertawakanmu, lakukan saja apa yang kamu harus lakukan meskipun orang mengatakan ide kamu Gila dan tidak mungkin untuk bisa dilakukan, seperti nama nama besar yang saya sebutkan pada cerita diatas.

Jangan khawatir nanti akan gagal, saya jamin. Anda pasti akan Gagal beneran kok.

Jangan khawatir nanti akan ditolak. Pasti akan di tolak kok.

Karena tidak ada ide besar yang langsung diterima orang. Namanya aja ide besar, kalau ide nya biasa nah itu mudah diterima orang.. biasa… masuk akal.

Jika kita serius untuk menjadi enterpreneur yang sukses, maka milikilah keberanian untuk mengikuti kata hatimu dan abaikan semua opini orang yang tidak ingin dirimu sukses. Dengarkan semua orang, tapi ikutilah kata hatimu.

Semangat pagi semuanya.

Dari kota Palembang.
FJS